Posted inOpini

Di Bawah Terik Matahari

Spread the love

Dibawah terik matahari, sebagian dari kita sedang menarik rejeki. Tidak jarang harus terjungkal saat menyusuri jalan untuk mendapat sesuap nasi. Adakah yang peduli? TIDAK. Karena semua juga sedang meratapi hidup yang makin redup oleh gelembung nafsu yang entah kemana endingnya. Semua hanya melakukan apa yang harus dilakukan, tanpa tahu, tanpa peduli, seperti apa akhirnya. Yang penting obah seperti lain-lainnya.

Hidup semakin menjauh dari spirit kehidupan itu sendiri. Mati pun makin jauh dari makna kematian sejati, yang ada hanyalah manut grubyuk yang penting yakin masuk surga sebagaimana teman-temannya yang sudah lebih dahulu yakinnya. Hidup dan mati seakan sudah terpasrahkan dengan benar, sayangnya semua yang dipegang hanyalah warisan turun temurun tanpa peran akal waras sebagai manusia. Semua mentok pada apa yang nampak, selebihnya buta dan tuli terhadap nurani, karena kegelapan telah menyelimuti setiap penglihatan anak manusia. Kegelapan itu begitu terang menaungi setiap langkah manusia. Namun sedikit sekali yang mengetahuinya.

Kebenaran sudah demikian lama ditinggalkan, yang hadir tinggal pembenaran dari mulut ke mulut hingga dari hati ke hati. Ketika sesuatu yang salah dibenarkan secara bersama, maka kebenaran yang sejati menjadi sebuah kesalahan. Demikianlah polah tingkah manusia yang konon mahluk paling sempurna di muka bumi. Kemudian kekacauan demi kekacauan mulai bermunculan di seluruh belahan Bumi. Tidak terkecuali di negeri ini, Indonesia.

Hanya Matahari yang bisa diandalkan untuk menyudahi segala tipu daya kehidupan manusia di muka Bumi. Sengatannya akan menghanguskan segala angkara. Kehangatannya menumbuhkan benih-benih kebenaran yang sudah terlalu lama terbenam dalam tanah. Untuk saat ini hanya bisa menunggu apakah Matahari akan bergerak dan bertindak sebagai dampak perbuatan manusia, atau manusianya yang mau mengubah haluan hidup yang cuma sebentar ini untuk selaras dengan maksud dan tujuan bumi diciptakan. Pilihan yang gampang tapi tidak mudah untuk dilakukan. Kecuali semua sudah total untuk melanggengkan keburukan dan kejahatan yang maha senang, maka tidak ada lagi yang patut untuk ditunggu selain kematian bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *