Blitar memang kota kecil, begitu juga kehidupan warganya yang cenderung sederhana. Enggak neko-neko kecuali kepepet hihihi… Nah, satu lagi tempat mangkal orang-orang khususnya yang kerja malam atau memang punya hobby begadang. Bila rasa lapar sudah sulit ditahan, dan duit dikocek demikian tipisnya, ada tempat yang asyik buat mengganjel perut atau sekedar ngopi bareng konco-konco. Ditempat itu ada nasi bantingan. Bagaimana model nasinya, dan berapa harganya?Kios Nyuplik, memang kiosnya benar-benar nyuplik alias kecil. Saking kecilnya, para pembeli yang biasanya langsung makan nasi bantingan disitu harus duduk-duduk di teras toko kiri-kanan kios nyuplik tersebut. Kebetulan toko-toko disebelah kios sudah pada tutup kalau malam hari.
Nasi Bantingan, konon kabarnya, berawal dari nasi bungkus yang biasanya di jual di kereta-kereta api yang dijajakan para asongan disana. karena kadang pagi hari belum habis maka bila dijual siang atau sore hari, harganya dibanting alias diturunkan. Yang semula harganya 3 ribuan bisa sampe seribuan kalo sore hari.

Yang membuat kios nyuplik bernilai lebih, selain buka sampe pagi hari, disana cukup nyaman buat cangkruk ngobrol sambil ngopi, terlebih lagi memang disana menjadi tempat mangkal berbagai komunitas nom-noman mblitar.
