Bingung sama sikap orang yang kalian sayang ? Lagi Marah ? Sedih ? Muram ? atau Bahagia ?
Tiba-tiba marah tidak jelas apa penyebabnya.
Tiba-tiba saja langsung sedih.
Terus senyum.
Gila ? bukan, bisa jadi orang yang kalian sayang mengidap BIPOLAR.

BIPOLAR

Bipolar adalah gangguan mental atau kondisi kejiwaan yang ditandai dengan perubahan emosi berubah-ubah secara drastis. Untuk lebih jelasnya silahkan keterangan dibawah ini.

Ini Dia Tanda-Tanda dan Gejala Gangguan Bipolar
Bipolar merupakan bentuk dari gangguan psikiatri. Gangguan bipolar menyebabkan suasana hati berfluktuasi antara keadaan depresif dengan energi tinggi secara ekstrem. Bipolar merupakan sebuah kondisi yang cukup serius. Pasalnya, gangguan ini bisa sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup serta karir penderitanya.

Bipolar bisa dikatakan sebagai penyakit kompleks yang kemungkinan disebabkan oleh kombinasi antara faktor genetik serta non genetik. Orang yang mengidap bipolar akan mengalami periode dimana energi dan suasana hatinya tidak normal. Bipolar sendiri umumnya muncul saat seseorang berusia 15 hingga 24 tahun dan kemudian berlanjut seumur hidup. Lalu, apa saja tanda dan gejala bipolar?

Tanda dan Gejala Gangguan Bipolar
Perlu diketahui bahwa penyakit bipolar bisa terjadi pada siapa saja tanpa terkecuali. Tidak memandang seperti apa tingkat pendidikan, rohani, status sosial, atau hal-hal lainnya. Oleh karena itu, anggapan bahwa penderita bipolar adalah orang yang memiliki ‘mental lemah’ adalah hal yang sangat salah.

Gejala depresi klinis akibat gangguan Bipolar sebenarnya tidak berbeda jauh dengan gangguan depresi mayor. Bipolar biasanya akan membuat pasien tidak nafsu makan hingga menyebabkan penurunan berat badan. Namun, ada pula pasien yang justru makan berlebihan dan menyebabkan penambahan berat badan.

Bipolar juga menyebabkan penderitanya sulit mengingat, berkonsentrasi, dan sulit mengambil keputusan. Selain itu, penderita juga umumnya sering mengalami kelelahan dan penurunan energi. Di samping itu, bipolar juga membuat penderita mengalami perasaan putus asa atau pesimisme.

Gejala lain dari penyakit bipolar juga mengakibatkan penderita kehilangan kesenangan atau minat terhadap hobi. Biasanya, penderita bipolar juga akan mengalami insomnia atau bahkan tidur berlebihan. Suasana hati penderita bipolar biasanya juga terus-menurus cemas, sedih, dan merasa kosong. Tidak jarang penderita akan lebih mudah marah dan selalu merasa gelisah.

Tanda-tanda bipolar lainnya adalah penderita sering mengalami euforia atau kegembiraan yang tidak pantas, hasrat seksual meningkat, kecepatan dan volume bicara meningkat, sering marah yang tidak pantas, dan selalu memberikan penilaian buruk pada banyak hal. Selain itu, mereka juga sering melakukan perilaku sosial yang dianggap tidak pantas.

Cara Mengobati Gangguan Bipolar
Itulah berbagai gejala dan tanda terjadinya penyakit bipolar pada seseorang. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit atau gangguan ini? Perlu diketahui bahwa bipolar bukan merupakan penyakit yang dapat diobati. Obat-obatan yang diberikan oleh dokter kepada pasien bipolar bukan berfungsi untuk mengobati penyakit tersebut.

Obat-obatan yang diminum oleh pasien hanya berperan sebagai perawatan. Biasanya, perawatan kelainan bipolar ini menggunakan penstabil suasana hati, misalnya lithium. Selain itu, ada pula antipsikotik, antikonvulsan, dan benzodiazepin yang bisa digunakan untuk menstabilkan suasana hati.

Jadi, obat-obatan tersebut sebenarnya bukan berperan untuk menyembuhkan, melainkan hanya untuk perawatan pasien agar suasana hatinya lebih stabil. Perlu digaris bawahi pula bahwa orang yang mengalami kelainan bipolar bukanlah pasien sakit jiwa. Dukuran dan semangat dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan oleh pasien bipolar dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Penderita bipolar sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter atau psikiater terkait perkembangan yang dialami. Apalagi, kini konsultasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi Halodoc. Halodoc merupakan sebuah aplikasi yang memberikan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Selain bisa berkonsultasi lewat chat di aplikasi, pasien juga bisa membuat janji bertemu dengan dokter untuk berkonsultasi. Tentu, kehadiran aplikasi Halodoc sangat membantu masyarakat agar bisa lebih mudah untuk konsultasi dan mendapatkan layanan kesehatan berbasis online. Terutama bagi penderita gangguan bipolar agar bisa konsultasi secepatnya saat membutuhkan bantuan dokter atau psikiater.

By bayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*