Mengembalikan Kesakralan Panataran

Sudah begitu banyak tulisan sejarah yang mengutarakan hal ihwal sampai fungsi candi Panataran Blitar. Namun seiring perkembangan jaman yang mana masyarakat Blitar khususnya penduduk di sekitar candi mayoritas sudah meninggalkan candi sebagai wahana untuk interaksi pada sang pencipta maka wajar bila kemudian candi panataran saat ini senasib dengan candi-candi lainnya yang tersebar keberadaannya di tlatah Blitar hanya menjadi tontonan atau hanya sebagai tempat wisata religi.

Candi yang ditengarai dibangun pada masa sebelum Majapahit ini menjadi saksi bisu atas perguliran peradaban manusia sekitarnya dari jaman ke jaman. Jangka waktu yang demikian panjang kali lebar mengakibatkan putusnya tali interaksi antara candi dengan manusia sekitarnya.

Tidak dipungkiri keberadaan candi Panataran bagi orang-orang sekitar candi hanyalah tumpukan-tumpukan batu sedemikian indah saja karena memang sudah tidak ada konektifitas rohaniahnya kecuali beberapa gelintir orang yang masih nguri-nguri tata cara leluhur dalam interaksi dengan Sang Hyang Akarya Jagad. Singkat kata Candi Panataran jadi benda yang bila boleh dibilang terpaksa dipelihara kelestariannya karena ada unsur sejarah dan budaya disana sementara pada faktanya memang candi tersebut sudah ditinggalkan fungsi dan kegunaannya oleh penduduk sekitar karena berbagai sebab dan musabab yang bisa dimaklumkan.

Namun tidak ada salahnya bila siapapun sebagai pewaris candi khususnya orang-orang Blitar meski tidak lagi menggunakan candi sebagai sarana ibadah, MBOK YAO… tidak semena-mena dengan keluar masuk area candi tanpa disertai tata krama, unggah-ungguh, tepo seliro dan seterusnya. Bagaimanapun dibeberapa tempat atau bagian candi Panataran merupakan area untuk beribadah para leluhur orang Blitar. Apalagi pada kenyataannya kita yang hidup jaman sekarang tidak mampu lagi membangun hal yang serupa komplit dengan nuansa rohaniyahnya.

Intinya, hati-hati dalam membawa diri di area Candi Panataran, hormati maha karya para leluhur dengan tidak berlaku sembrono apalagi sampai merusak apa pun yang ada di lokasi Candi Panataran. Kwalat !!!

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*