Melestarikan DOKAR Blitar

Ditengah derasnya hujaman teknologi, sarana transportasi kian pesat menerobos berbagai medan terjal penuh liku dan rintangan. Kreatifitas manusia otak modern telah mampu menghasilkan bermacam pilihan alat transportasi dengan sentuhan teknologi canggih. Konsekuensinya adalah kebutuhan sumber tenaga transportasi itu sendiri yang makin menggerus sumber daya alam khususnya bahan bakar.

Entah harus berbangga atau justru prihatin melihat Blitar sebagai kota kecil ini ternyata masih banyak Dokar berkeliaran sebagai sarana transportasi. Patut berbangga karena Dokar tidak mengkonsumsi bahan bakar yang artinya bisa disebut hemat energi sekaligus tanpa menimbulkan polusi udara dan semacamnya. Bisa jadi prihatin bila dibandingkan dengan kota-kota maju lainnya di Indonesia, keberadaan Dokar tersebut sebagai bukti bahwa Blitar memang masih terbelakang dari segi alat transportasi. Terserah dari sisi mana yang anda sukai untuk melihat fenomena Dokar di Blitar ini.

Bila mengacu pada tujuan hermat energi dan mencegah mleuasnya sumber polusi, tentunya Dokar masih sangat relevan dengan semangat menjaga lingkungan tetap natural. Namun tidak bisa dipungkiri lambat laun keberadaan Dokar-dokar di Blitar semakin berkurang karena tuntutan jaman yang mengharusnya semua serba cepat, tepat dan akurat untuk suatu tujuan percepatan pembangunan yang berlandaskan materi semata.

Setuju atau tidak, kiranya perlu pelestarian Dokar di Blitar selain karena masih selaras dengan pencegahan polusi dan untuk hemat energi tentunya juga masih mengandung nilai-nilai budaya dan seni. Mengingat Blitar adalah kota kecil, jenis sarana transportasi Dokar itu sangat cocok untuk wilayah Blitar. Hanya saja memang jauh ketinggalan bila orientasinya untuk menunjang percepatan pembangunan yang berdasar eksploitasi alam secara besar-besaran tanpa memperdulikan lingkungan yang berkesinambungan antara lahiriyah dan jiwaniyah.

Ada pun masing-masing dari kita yang notabene penghuni tlatah Blitar yang masih mengharap terciptanya masyarakat Blitar yang selaras dengan alam serta bercirikhas tertentu, dapat berperan serta melestarikan keberadaan Dokar dengan cara menggunakan atau memberdayakan dokar untuk berbagai even atau setidaknya seminggu sekali naik dokar keliling blitar bersama keluarga atau handai taulan mengunjungi tempat-tempat wisata lokal, dengan begitu, selain Blitar akan menjadi lingkungan yang ramah lingkungan juga sekaligus ikut membantu pemilik dokar dari jurang kebangkrutan karena ketidak mampuan mengelola dan membiayai kebutuhan Dokar sehari-hari. Dengan seringnya kita memakai jasa Dokar atau setidaknya seminggu sekali kita naik Dokar tentu akan sangat membantu kelangsungan hidup Dokar di tlatah Blitar kutho cilik kang kawentar.

 

You may also like...

4 Responses

  1. sony says:

    setuju sekali karena dokar tidak mengakibatkan polusi udara

  2. cemunk says:

    sing penting lokasi potone nang ngarepan omahkuu 😀 😀 😀

  3. Zaskia says:

    budaya sendiri memang patut di lestarikan

  4. gina says:

    Dokar memang tidak bisa disebut sebagai kemajuan untuk transportasi namun sebagai warisan budaya tetap harus dileataarikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*