Bagi anda yang suka ‘jajan’ diluar atau tepatnya ‘marung’ alias makan di warung, mungkin tidak asing lagi dengan nama Warung Mak Ti. Warung Agropolitan tersebut memang lain dari pada yang lain. Terletak di dusun Laos desa Gogodeso kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Sebuah tempat yang bisa dibilang cukup pelosok di Blitar. Namun pengunjung warung Mak Ti itu selain banyak juga beragam mulai dari yang bersepeda onthel sampai yang bermobil ( yang sering rombongan dari dinas pemerintah ).

Apa yang membuat Warung Mak Ti demikian terkenal? Meski tempatnya bila anda kesana harus melalui jalan berliku nan sempit bahkan melewati depan kuburan bila mengambil jalur dari barat. Dan bila anda pertama kali kesana juga akan dikejutnya dengan model warungnya yang bila dilihat dari depan (luar) tidak nampak seperti warung makan, cuma name board dengan bertuliskan Warung Mak Ti yang membedakan dengan rumah-rumah penduduk lainnya.

Model penjualan nasinya yang ala prasmanan, membuat pengunjung pemula akan celingukan sampai nantinya ada salah seorang yang memberitahu bahwa anda harus mengambil sendiri menu atau nasinya. Dan yang perlu digaris bawahi pengambilan nasi yang langsung dari bakul (semacam ember) tanpa ada aturan takaran tertulis, jadi siapapun yang mengambil nasi disesuaikan kebutuhan masing-masing, bisa jadi satu piring penuh tanpa harus takut dengan harga, karena baik yang penuh maupun separoh, harganya sama. Mungkin hanya rasa malu bila terlihat pengunjung lainnya hehhehehehe… (kecuali memang tidak punya rasa malu ).

Demikian pula untuk sayur serta lauknya yang rata-rata dari sebangsa ikan kali (sungai) dan ayam, seluruh pengunjung dipersilakan mengambil sendiri-sendiri. Karena setiap porsi apapun itu lauknya, sebanyak apapun itu nasinya, harga tetap Rp. 5000,- kecuali anda tambah camilan lainnya. Kalau dulu warung tersebut menempatkan pengunjungnya di dalam rumah, sekarang dibagian belakang juga dibuatkan tempat atau area untuk menyantap makanan, jadi satu dengan luweng ( tempat memasak ) dengan tarup beratap esbes dan berlantai tanah, meski begitu jangan kawatir, kebersihan tempat kelihatan terus dijaga. Sehingga layaknya ‘wong ewoh’ (orang punya hajat ) situasi semakin gayeng ketika menyantap makanan yang menunya kita sendiri yang menentukan.

Mak Ti dengan beberapa karyawan warungnya sekitar 8-10 orang nampak terus memasak dengan ukuran yang serba jumbo. Kadang Mak Ti sendiri turun tangan untuk sekedar mengaduk sayur yang sedang dimasak. Untuk bagian goreng-menggoreng lauk dipercayakan pada lelaki paroh baya yang cukup ramah, sehingga dapur Warung mencitrakan seperti sedang selamatan (slametan). Pun soal rasa masakan, tidak ada rasa aneh seperti masakan-masakan berbumbu sintetis karena memang bumbu di warung Mak Ti tanpa penambahan bumbu-bumbu aneh (penyedap dsb).

Bila dilihat dari tempatnya yang sungguh dipelosok dusun namun memang benar adanya bahwa tidak sedikit pejabat sekelas Menteri RI datang untuk mencicipi sekaligus membuktikan bahwa Warung Mak Ti berkelas Nasional. ( semoga dengan dimuat di blitarian.com ini warung Mak Ti naik kelas jadi kelas Internasional hehehhe..).

Sedikit yang mungkin bisa membantu anda ketika nantinya berkunjung ke Kota Blitar dan ingin membuktikan keberadaan Warung Mak Ti berikut sebagai pemuas nafsu makan anda, Warung Makti bila di tempuh dari Makam Bung Karno silahkan menuju ke selatan sampai perempatan depan Apotik Lovi, ambil arah ke kiri ( timur ) jangan berbelok dulu sebelum notok (mentok) atau tepatnya sampai pertigaan depan Radio Mahardika FM. Dari pertigaan tersebut ambil arah ke kanan (selatan) kira-kira 1.5 Km sampai perempatan lampu merah. Dari perempatan tersebut ambil jalan lurus ke selatan bila ragu lihat gapura jalan ke selatan itu bila ada tulisan Yonif 511 berarti benar 100%.

Ketika anda melaju ke arah selatan dari perempatan di atas, anda akan melewati Markas Yonif 511 Blitar, lanjutkan perjalanan anda tadi ke selatan yang berikutnya anda akan menjumpai gapura bertuliskan MASUK DESA JATINOM. Jangan berbelok kemanapun sebelum menemukan bangunan SDN Jatinom I di kiri bahu jalan, karena diselatan banguan SD tersebut ada jalan arah ke kiri (timur) dengan nama Jl. Ky. Buchori, jalan itulah yang harus anda lalui. Ada baiknya anda untuk hati-hati karena Jl. Ky. Buchori terdapat tikungan yang lumayan tajam serta jembatan kecil, ikuti terus arah jalan tersebut sampai menemukan perempatan yang mana di pojok perempatan tersebut sudah dipasang nameboard Warung Mak Ti berikut arah panah yang harus anda ikuti. Sesuai arah panah pada nameboard itu maka anda harus ambil arah ke kanan (selatan),jalan ini agak sempit dengan jarak kurang lebih 1100 Km (sesuai ukuran di nameboard). Sampai akhirnya anda menemukan pertigaan yang juga terdapat nameboard, maka dengan mengambil arah ke kanan (barat) sekitar 50 m anda sampai di Warung Mak Ti.

Selamat menikmati hidangan Mak Ti.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*