gong budaya

Menjawab fenomena jaman khususnya dibidang seni dan budaya, beberapa anak muda yang tergabung dalam Pijar Bening, berkolaborasi dengan berbagai elemen pemerhati dan pelestari kebudayaan tradisional menggelar event bertajuk GONG BOEDAYA KEBANGSAAN ’09. Kondisi Blitar dengan segala kekurangan dan kelebihannya ternyata menarik seluruh dunia sebagai kota tempat menaruh simbol perdamaian dunia berupa Gong Raksasa. Maka event yang diusung anak-anak muda Pijar Bening sangatlah tepat dalam upaya menjawab keresahan terhadap nilai-nilai kebudayaan negeri ini yang mulai tergerus oleh kejamnya jaman.

 

Gong Boedaya Kebangsaan, digelar mulai tanggal 13-15 Agustus 2009. Dan telah dibuka oleh Walikota Blitar, Kang Djarot Saiful Hidayat sekitar pukul 20.00 WIB, di halaman parkir Makam Bung Karno atau lingkungan Pusat Informasi dan Perdagangan [PIPP] Kota Blitar. Selain terdapat sebuah panggung guna menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, juga dibuat stand-stand untuk menggelar pasar tradisional. Bagi yang rindu akan jajan atau makanan tradisional mulai dari Tiwul, Gatot, Cenil, Pecel punten sampai minuman dawet tinggal memesan di stand-stand tersebut.

Belum lagi, hampir seluruh pramusaji memakai pakaian tradisional, yang laki-laki memakai blangkon plus baju loreknya, yang perempuan memakai kebaya, lalu diringi alunan musik gamelan, sekilas nampak bagai jaman Majapahit. Apalagi di beberapa stand terdapat barang-barang kuno yang dipamerkan, lengkap sudah, malam itu benar-benar seperti Blitar Tempo Doeloe.

Mas Philipus sebagai wakil Pijar bening menuturkan, bahwa apa yang dia lakukan dan teman-teman Pijar Bening masih jauh dari sempurna, untuk itu perlu adanya dukungan semua pihak. Ada pun isi pertunjukkan pada event Gong Boedaya Kebangsaan kali pertama ini diantaranya adalah :
1. Jaranan
2. Tari-tarian
3. Tembang Macapat
4. Tembang Dolanan
5. Musik tradisional
6. Teather Parodi
7. Wayang Orang Remaja
8. Pertunjukan Nini Diwut

Nini Diwut, merupakan ritual adat dari masyarakat Blitar jaman dahulu, namun sudah sangat lama tidak pernah di’tanggap’. Karena memang memerlukan ritual khusus dimana ada nenek-nenek dan beberapa gadis yang masih perawan. Ketika acara pertunjukkan Nini Diwut terdapat pada susunan acara Gong Boedaya Kebangsaan itu, banyak yang bertanya-tanya apa dan bagimana Nini Diwut itu. Semua menjadi penasaran!

Gong Boedaya Kebangsaan yang mengangkat budaya tradisional masyarakat Blitar, merupakan upaya untuk meletakkan batu pertama terhadap pagelaran-pagelaran serupa di tahun-tahun mendatang, itulah harapan pemrakarsa serta seluruh partisipan di acara tersebut.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*