Posted inArtikel / Opini

Catatan Akhir Tahun 2025

Mangkya darajating ing praja, kawuryan wus sunya ruri, rurah pangrehing ukara, karana tanpa palupi, atilar silastuti, sarjana sujana kelu, kalulun Kalatidha, tidhem tandhaning dumadi, ardayangrat dening karoban rubeda (Source: Serat Kalatidha)

Salah satu bait dari serat Kalatidha maha karya Raden Ngabehi Ranggawarsita yang cukup signifikan untuk menggambarkan situasi dan kondisi negara saat ini (2025). Secara luas bila diartikan ke dalam bahasa indonesia, kurang lebihnya adalah :
Tentang sikon negara yang digambarkan dengan moralitas yang sangat rendah, tata kelola pemerintahan semakin hancur-hancuran, karena sudah tidak ada lagi yang bisa dijadikan suri tauladan yang baik untuk diikuti, juga adanya koordinasi yang sangat buruk antara pemerintah dan rakyat sehingga terciptalah situasi dan kondisi yang penuh keraguan dan sering salah langkah dalam mengambil setiap kebijakan, sudah tidak ada lagi pembeda mana yang baik dan mana yang buruk, tidak ada garis yang jelas mana yang benar dan mana yang salah, lalu penggambaran di mana pemimpin dan rakyatnya sudah jauh meninggalkan jalan kebenaran berdasar akal sehat, dan semua sudah membuat jalur pembenaran-pembenaran sesuai kepentingan masing-masing golongan, sehingga orang yang awalnya baik, pintar dan jujur pun akan ikut terseret dalam lingkaran kejahatan terselubung. Akhirnya dari seluruh pelosok negeri hampir tidak ada tanda-tanda kehidupan yang berjalan dengan benar. Kemudian sikon dunia global pun larut dalam nuansa kegelapan penuh curiga dan prasangka buruk yang menenggelamkan semua harapan dan impian hidup yang aman tentram nan damai di muka bumi.

Yeah…
Sebuah gambaran yang setidaknya hampir menyerupai keadaan real jaman ini. Tidak ada yang mampu mengubahnya walau sedikit, karena begitulah putaran sang KALA. Bukan putaran alamnya yang salah atau murka, tapi begitulah semesta dengan berbagai pernak-pernik hukum alamnya. Tinggal manusianya mampu atau tidak hidup selaras dengan hukum-hukum alam itu.

Jadi, situasi dan kondisi Indonesia atau bahkan negara manapun yang ada di dunia saat ini sedang mengalami gonjang-ganjing sesuai amal perbuatan [karma] masing-masing. Belum pernah ada sejarah bangsa manusia mampu meruntuhkan hukum alam. Yang ada justru sebaliknya, banyak sejarah yang menulis tentang lenyapnya sebuah bangsa atau kaum oleh terjangan/hukum alam.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Jawabnya TIDAK ADA. Selain menerima dan menyaksikan apapun yang akan terjadi pada negeri ini sebagaimana hukum alam terus berdenyut memutar roda kehidupan dari jaman ke jaman.

Dan memang tidak perlu saling menyalahkan, karena semua elemen baik pemerintah maupun rakyat saat ini dalam kondisi yang sangat rendah segalanya. Orang-orang pemerintah adalah cerminan kualitas rakyatnya, demikian juga sebaliknya, sehingga kedua belah pihak harus mampu introspeksi apabila menghendaki negara ini bangkit dari keterpurukan moralitas yang makin menjijikkan ini. Masalahnya alam sudah mulai menjatuhkan sanksi atas seluruh perbuatan buruk manusia di belahan dunia bagian manapun. Yang ada tinggal menunggu palu keadilan dari langit. Apakah bangsa ini layak atau tidak untuk melanjutkan hidup dengan pola yang demikian buruk ini di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *