Apa yang pertama kali muncul dipikiranmu saat melihat api? Tentu saja tiap orang akan berbeda-beda, namun setidaknya semua sepakat bahwa api itu panas! Lalu mungkin akan terbersit bahwa api itu sesuatu yang berbahaya, mengerikan, mematikan, liar, atau bahkan sampai pada hal yang berbau mistis, misteri dan seterusnya. Beberapa orang mungkin akan menanggapi dengan gaya bijak bahwa api adalah sesuatu yang menghangatkan, atau bahkan simbol pengetahuan dan penerang kehidupan.
Yah begitulah tahun 2026, tahun yang dinaungi oleh API. Maka dampak globalnya sebagaimana watak dan sifat api. Walau tidak semua orang akan mampu merasakan hawa api yang menyelimuti seluruh dunia. Namun dampaknya akan menjelaskan dengan sendirinya.
Memang benar, apabila api dikendalikan dengan baik segala sesuatu akan terasa hangat, terang, penuh harapan. Yang menjadi masalah adalah ketika energi api mengepung seluruh permukaan bumi, selain berdampak pada iklim, cuaca, perubahan-perubahan materi pada tata surya, juga hembusan hawa yang tak kasat mata akan mempengaruhi peringai mahluk hidup terutama manusia.
Tidak perlu heran apabila bencana-bencana alam akan hadir silih berganti. Demikian juga dengan manusianya yang cenderung atraktif, reaktif sampai manipulatif meningkat jauh lebih tinggi. Diantaranya manusia akan semakin liar, penuh nafsu sekaligus amarah. Daya rusak manusia semakin hebat. Bahkan di level tertentu manusia akan membakar manusia lainnya hanya untuk menunjukkan siapa yang lebih perkasa, lebih kuasa, atau hanya sekedar untuk melampiaskan hasrat keliarannya karena energi api telah terkokang penuh dalam jiwa raganya.
Inilah tahun pembuka untuk memasuki pintu gerbang kerusakan dunia yang serusak-rusaknya. Semua seperti kesurupan, tak mampu lagi mengendalikan dirinya sendiri, ucapan dan tindakan sangat mungkin bisa melampaui batas kemanusiaan itu sendiri.
Bila kemudian ada yang menghadang putaran api dengan agama, entah ritual atau doa-doa sejuta makna, jangan heran pula bila semua itu justru mengobarkan nyala api di seluruh pelosok dunia. Karena agama juga berelemen api, bila tidak hati-hati justru akan menambah daya bakar api yang akan melahap siapapun dan apapun yang ada di depannya.
Bila kemudian ada yang berusaha memadamkan api dengan air, maka air akan lebih cepat menguap sebelum apinya padam. Karena mulai tahun 2026 api memang mendominasi energi alam, sebagaimana putaran alam, tiap elemen punya masanya sendiri-sendiri. Ketika sesuatu yang dominan mau dilemahkan maka balasannya bisa auto berlipat-lipat hingga tak bisa didefinisikan.
Dengan membiarkan api menjadi juara maka api akan melewati masanya dengan riang gembira lalu panasnya mereda seiring pergantian putaran alam selanjutnya. Masalahnya, energi api mulai tahun 2026 banyak yang memanfaatkan untuk dijadikan sarana meraih puncak tertinggi hasrat kebinatangannya. Sehingga kemungkinan besar akan saling berbenturan dari sekian banyak kepentingan yang dimiliki manusia. Maka, wajar bila segala bentuk keburukan akan muncul kepermukaan dengan terang-terangan, adu kekuatan, adu ketamakan, adu keserakahan, kejahatan dimana-mana, keburukan cepat merebak luas, ditambah lagi gonjang-ganjing alam dengan berbagai bencana akan terus mengiringi fenomena alam. Komplit sudah power api membakar bumi dengan segala isinya.
