Untuk melakukan rekap bisnis, owner perusahaan membutuhkan seseorang yang mahir dalam hal pembukuan. Tujuannya agar dapat mengetahui laba bersih yang diperoleh perusahaan. Sehingga, pemilik perusahaan dapat mengetahui omset dari hasil penjualan produk.

Memang, butuh ketelitian ekstra untuk mencatat semua pemasukan dan pengeluaran selama masa produksi. Oleh karena itu, pemilik usaha bisnis wajib selektif dalam mencari seorang akuntan. Tugas seorang akuntan adalah mencatat hingga merekap pemasukan dan penjualan.

Selain itu, tugas seorang akuntan juga meminimalisir kerugian dengan menyampaikan defisit omset kepada tim promosi. Sehingga, tim promosi harus bekerja lebih ekstra guna menutup kerugian karena kurang efektifnya promosi produk.

Jadi, kamu dituntut untuk menguasai tentang pencatatan pemasukan serta pengeluaran. Ada beberapa rumus penghitungan penghasilan omset bisnis. Dengan adanya seorang akuntan, maka perusahaan dapat memprediksi keuntungan dan kerugian atas penjualan produk.

Selain itu, hasil penghitungan pendapatan juga dijadikan sebagai acuan untuk mengevaluasi penjualan produk. Mengingat peran pencatatan omset sangat penting, maka ketahui beberapa tips menjadi seorang akuntan di perusahaan besar.

Peran Seorang Akuntan dalam Proses Pembukuan Perusahaan

Memang, tugas seorang akuntan di perusahaan ini sangat vital. Pasalnya, seorang akuntan memiliki tugas untuk menghitung besaran pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Memang, bukan perkara mudah menghitung pemasukan dan pengeluaran harian.

Sehingga, hasil pembukuan yang dilakukan oleh seorang akuntan ini menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan. Jadi, peran seorang akuntan sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi. Tentu, perusahaan tidak ingin merugi.

Sedangkan, kenaikan omset menjadi salah satu pencapaian target yang telah dilampaui oleh tim produksi dan promosi. Jadi, hasil audit menjadi tolok ukur kesuksesan dalam proses produksi dan marketing suatu perusahaan.

Mengingat peran seorang akuntan ini sangat penting bagi perusahaan, maka perlu keahlian khusus yang harus kamu kuasai. Tak perlu khawatir, kamu dapat mempelajari tugas seorang akuntan secara otodidak.

Sehingga, kamu tidak perlu mengikuti kelas khusus pembukuan untuk menjadi seorang akuntan profesional. Sebab, belajar secara otodidak dan mempelajari ilmu dasar tentang akuntansi dapat mengasah pengetahuan untuk menjadi akuntan profesional.

Alhasil, kamu akan mendapat tawaran bekerja di perusahaan ternama di Indonesia. Jadi, menghitung pemasukan dan pengeluaran perusahaan memang butuh keahlian khusus. Sehingga, kamu harus menguasai beberapa keahlian di bidang akuntansi.

baca juga : Jangan Ngaku Pebisnis, Jika Sistem Akuntansi & Pembukuan Belum Anda Jalankan

Keuntungan Melakukan Pembukuan dalam Mengelola Bisnis

Salah satu cara untuk mengetahui besaran laba dan rugi adalah melakukan penghitungan. Pengelola bisnis harus mencatat pemasukan dan pengeluaran, mulai dari harian hingga bulanan. Sehingga, pemilik usaha dapat mengetahui lebih besar pendapatan atau pengeluaran.

Apabila pemasukan lebih tinggi dibanding pengeluaran, maka omset penjualan tengah naik. Jika dalam pengeluaran lebih tinggi, maka terjadi defisit atau kerugian. Oleh karena itu, pembukuan memegang penting terhadap penghitungan omset.

Selain itu, ada beberapa keuntungan dari pencatatan laba dan rugi ketika mengelola bisnis. Salah satunya adalah sebagai berikut ini :

  1. Mengetahui Semua Transaksi Perusahaan

Keuntungan pertama, pemilik usaha dapat mengetahui semua transaksi perusahaan. Jadi, owner dapat melakukan pengecekan secara berkala produk-produk apa yang banyak disukai oleh konsumen.

Selain itu, owner juga dapat menentukan bagaimana strategi pemasaran yang efektif guna meningkatkan penjualan. Dengan melihat pembukuan yang dicatat oleh akuntan, maka owner dapat menentukan langkah pemasaran produk untuk meningkatkan omset perusahaan.

  • Menghitung Produk yang Laku Terjual

Keuntungan kedua, pencatatan yang dilakukan oleh seorang akuntan juga bertujuan untuk mengetahui jumlah produk terjual. Sebab, seorang akuntan harus mencatat produk masuk dan keluar dari gudang.

Pasalnya, akuntan wajib membuat laporan pertanggungjawaban yang berisi tentang produk terjual. Pastikan laporan produk yang laku terjual sama persis dengan jumlah total pemasukan harian, mingguan, hingga bulanan.

  • Mengetahui Laba Bersih Perusahaan

Keuntungan ketiga, pembukuan yang dilakukan oleh seorang akuntan juga bertujuan untuk mengetahui laba bersih perusahaan. Sebab, pencatatan awal hanya menghitung total modal.

Setelah dikalkulasi, maka seorang akuntan akan melaporkan laba bersih hasil penjualan produk kepada owner. Maka dari itu, kamu harus tahu beberapa tips mudah dalam mengelola pencatatan keuangan perusahaan.

Tips Mudah Mengelola Pembukuan untuk Kepentingan Bisnis

Dalam mengelola pencatatan laporan keuangan perusahaan, kamu dituntut untuk lebih jeli dan teliti. Sebab, kesalahan sedikit saja dapat mengubah hasil penghitungan laba dan rugi. Tak perlu khawatir, ada beberapa tips mudah dalam mengelola pencatatan laba dan rugi perusahaan.

Dengan begitu, maka kamu lebih fokus dan tenang dalam mengelola keuangan perusahaan. Tips yang pertama, silahkan membuat catatan pengeluaran dan pemasukan. Sebab, dua faktor inilah yang menentukan besaran laba dan rugi perusahaan secara harian, mingguan, bahkan bulanan.

Kamu dapat memberi catatan kecil pada pembukuan terkait pemasukan dan pengeluaran. Sehingga, tidak ada selisih angka pada laporan laba dan rugi. Tips yang kedua, kamu dapat membuat inventaris terhadap produk yang dikelola oleh perusahaan.

Inventaris adalah suatu catatan kecil atau notes terhadap produk barang dari perusahaan. Hal ini memudahkan owner untuk melakukan pengecekan stok produk di gudang. Tips yang ketiga, seorang akuntan juga disarankan membuat catatan khusus untuk hutang serta piutang.

Sebab, setiap perusahaan tentu memiliki hutang piutang dengan pihak lain. Pasalnya, hutang dan piutang tidak termasuk ke dalam catatan pelaporan harian, mingguan, hingga bulanan perusahaan. Maka dari itu, seorang akuntan harus jeli dalam melakukan inventaris serta penghitungan laporan keuangan perusahaan.

Setiap perusahaan tentu membutuhkan seorang akuntan untuk menghitung pendapatan dan kerugian. Sebab, laporan laba dan rugi akan menjadi acuan pemilik perusahaan dalam menentukan langkah promosi penjualan produk.

Maka dari itu, perusahaan harus mencari seorang akuntan profesional. Tujuannya laporan pembukuan tentang laba dan rugi mudah dimengerti oleh pemilik perusahaan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*