Pantai Jolosutro Blitar

Blitarian.com. Pantai Jolosutro merupakan salah satu pantai tujuan wisata di Blitar selatan. Kurang lebih berjarak 45 Km dari pusat Kota Blitar. Dan saat ini untuk sampai ke lokasi pantai tersebut sudah begitu nyaman diakses baik menggunakan sepeda motor maupun mobil, bisa langsung parkir di bibir pantai.

Dari sekian banyak pantai yang ada di Blitar selatan, Pantai Jolosutro terkenal lebih sakral dari pantai-pantai lainnya, misalnya Pantai Tambakrejo yang sekarang memang bener-bener rejo (ramai), Pantai Serang yang makin terang, Pantai Pasir Putih atau Peh Pulo yang makin hijau, demikian juga Pantai Pangi yang makin wangi nan wingit juga Pantai Jebring yang makin hebring. Sakral disini lebih karena Pantai Jolosutro menjadi tempat upacara warga setempat untuk larung sesaji maupun melasti yang sudah turun temurun dilakukan warga. Jadi kalau mau melihat secara dekat bagaimana dan apa saja ritual dalam upacara-upacara tersebut silahkan berkunjung pada hari-hari besar agama yang bersangkutan atau rajin mencari informasi tentang pelaksanaan upacara tertentu di Pantai Jolosutro. Selain pada hari itu, Pantai Jolosutro tetap begitu syahdu untuk dinikmati wajah indahnya.

Nah, Pantai Jolosutro ini memang layak untuk dikunjungi, entah sekedar melepas rutinitas untuk merengkuh udara yang fresh, atau sengaja mengajak calon pacar, calon istri, bahkan sanak keluarga untuk sama-sama membuat memori indah di Pantai Jolosutro. Bukan berarti tidak boleh sendirian lho ya. Sendirian pun asyik-asyik saja kok, malah bebas kesana-kemari menikmati setiap jengkal Pantai Jolosutro.

Bagi yang hobby mancing, di lokasi Pantai Jolosutro ada beberapa spot pemancingan. Salah satunya ada sungai air payau yang cukup panjang dan juga rindang, jadi bisa betah berlama-lama memancing ikan yang sudah disediakan oleh alam. Soal hasil pancingan ya tergantung usaha dan doa masing-masing heheā€¦

Kalau tidak puas mancing di sungai air payau bisa langsung mancing di air laut, tentu saja sarana dan prasarananya juga berbeda karena yang bidik ikannya ikan Samudra Hindia, bayangkan, betapa gedenya ikan samudra itu, tapi ya kalau dapat sih. Kalau sudah lama mancing tapi tidak kunjung dapat ya tinggal masuk warung di sekitar pantai, tentu sudah tersedia ikan-ikan laut yang dikehendaki, kecuali ikan duyung, belum ada kayaknya.

Tidak menutup kemungkinan menyelenggarakan gathering bersama teman-teman komunitas apapun di Pantai Jolosutro karena lokasi dan sarana memang cukup memadai. Selain transportasinya yang boleh dibilang sudah tidak ada masalah karena rutenya sudah nyaman, demikian pula warung-warung di sekitar pantai juga memberikan layanan pemesanan konsumsi sesuai kebutuhan dan kekuatan kantong masing-masing.

Seperti halnya pantai Tambakrejo, Pantai Serang dan lain-lainnya Pantai Jolosutro sudah tidak panas lagi. Karena hampir disetiap tepian bibir pantai telah tumbuh pohon cemara laut, selian rindang juga menambah kesejukan udara pantai yang sebelumnya cenderung panas. Apalagi disekitar pohon-pohon pantai juga disediakan tempat-tempat untuk duduk bercengkerama menikmati suasana dan wahana Pantai Jolosutro.

Belum lagi perahu-perahu nelayan yang diparkir di bibir pantai, bisa dibuat sarana foto-foto bersama sebagai kenangan. Lagi pula pemandangan sekitar pantai juga gak kalah elok, mulai bentuk bukit-bukit yang rindu mengundang, juga tonjolan-tonjolan bebatuan yang menjilat Samudra Hindia menambah kekusyukan jiwa dalam mengiyakan Maha Karya Sang Maha Pencipta.

Untuk sampai pada lokasi Pantai Jolosutro, dari Malang bisa langsung belok kiri ketika sampai Pasar Brongkos Kecamatan Kesamben, Blitar. Dari pasar tersebut ikuti jalan protokol ke arah selatan nanti akan menemukan banyak papan petunjuk ke arah Pantai Jolosutro.

Yang Dari Tulungagung maupun Kediri bisa langsung menuju arah Pasar Lodoyo Kecamatan Sutojayan selanjutnya tinggal mengikuti penunjuk arah menuju Wates. Karena Pantai Jolosutro berada di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, jadi enggak harus melewati Kota Blitar dulu, kecuali pingin singgah ke Makam Bung Karno, Istana Gebang, Pemandian Sumberudel atau bahkan mampir ke Candi Panataran.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*