Arca Warak Blitar

arca warak 1Sejauh ini Arca Warak yang ada di desa Modangan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar tepatnya ada di sebelah timur Candi Panataran dengan jarak + 2 Km diprediksi oleh para sejarawan dibangun pada jaman Majapahit. Seperti halnya prasasti-prasasti atau benda-benda sejarah lainya di tanah air penuh aroma perkiraan atau kesimpulan sementara mengenai penjelasan atau keterangan yang menyertai benda-benda sejarah. Artinya memang masih terbuka lebar pelurusan sejarah berdasar penemuan-penemuan baru yang dapat menunjang cerita sejarah terhadap benda sejarah yang dimaksud.

Demikian juga tidak menutup kemungkinan pada Arca Warak yang ada di Desa Modangan itu, boleh jadi bila dikaitkan dengan nama WARAK ada hubungannya dengan masa SHRI MAHARAJA RAKAI WARAK atau SAMARA GRAWIRA yang menjadi raja ke empat Kerajaan Medang. Tentu saja ini hanyalah kemungkinan. Seringkali aturan main dalam penentuan alur sejarah di negeri ini harus memenuhi syarat akademis. Namun banyak hal yang tidak bisa dijelaskan secara akademis atau ilmiah pada sejarah-sejarah yang ada di Indonesia terutama Jawa. Karena ada beberapa yang mengandung segi spiritual, magis, mistik, keyakinan yang tidak bisa dimaterikan.

Kadang aturan main akademis yang dipelopori sejarawan-sejarawan modern atau bahkan sejarawan asing bersifat baku dan kaku karena keterbatasan sarana untuk mengidentifikasi. Dan karena tidak mampu mengidentifikasi mereka hanya memperkirakan secara ilmiah yang kadang justru merendahkan makna terhadap benda-benda sejarah yang dimaksud. Nantinya sejarah di negeri ini hanya berdasar apa yang menjadi prediksi baku atau ilmiah mereka yang memang bisa masuk akal. Sementara hal-hal yang tidak bisa masuk akal akan dihapus seiring dengan pemutusan kontak batin bangsa ini dengan para leluhurnya.

arca warak 2

Secara akal memang sepertinya tidak mungkin Sri Maharaja Rakai Warak mendirikan candi yang sekarang tinggal arca-arca di Desa Modangan yang sekarang disebut sebagai ARCA WARAK. Tapi boleh jadi pada masa itu Rakai Warak tidak hanya membangun arca warak saja tapi juga yang lain-lainnya hanya saja sekarang tertimbun tanah atau bahkan hancur karena bencana alam dsb.  Lalu mengapa membangun candi di wilayah jawa timur? Tentu saja dahulu tidak ada pembatasan mana jawa tengah dan mana jawa timur, yang ada adalah JAWA. Mau membangun candi dimana pun terserah selama berada di wilayah kekuasaan beliau. Hal itu bisa disejajarkan dengan pertanyaan mengapa Candi Simping di bangun di Desa Sumberjati Kademangan Blitar? Intinya memang masih terbuka berbagai kemungkinan mengenai penjelasan sejarah-sejarah di negeri ini.

Arca Warak selain terdapat berbagai arca miniatur dari beberapa wujud hewan, yang menonjol terdapat arca yang menyerupai seorang RATU. Meskipun sekarang sudah tidak halus lagi hal itu bisa karena umurnya yang sudah tua sehingga lapuk oleh jaman. Belum lagi dikarenakan tangan-tangan usil anak manusia jaman sekarang.

arca warak 3

Di lokasi Arca Warak juga terdapat kolam dengan sumber mata air yang cukup besar. Kemudian oleh masyarakat setempat dibuatkan pancuran sebagai upaya pemanfaatan sumber air tersebut. Air dari kolam yang sudah dialirkan melalui pancuran di gunakan masyarakat untuk mandi, mencuci baju, bahkan airnya untuk kebutuhan sehari-hari dikala musim kemarau, selebihnya dialirkan ke sawah-sawah.

Dari Candi Panataran Blitar untuk menuju lokasi Arca Warak sangatlah mudah. Tinggal mengambil jalur ke arah timur, pertigaan pasar panataran masih ke timur sampai perempatan kantor Desa Modangan. Dari perempatan tersebut ambil arah ke utara, kurang lebih 300 meter selanjutnya ada petunujuk papan nama Arca Warak ke arah timur. 100 meter berikutnya ke arah timur sudah sampai di lokasi Arca Warak.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*