Kambilisasi ke V

kambilisasi vGrinting alias Green Think perlu untuk terus disebarkan sehubungan pemanasan global yang kian terasa menyengat diseluruh pelosok negeri Nusantara. Kami yang tergabung dalam Blitarian Community plus telah mengupayakan agenda greening yang bertajuk KAMBILISASI di pantai Blitar Selatan. Agenda ini bukanlah agenda penghijauan yang besar dan hebat, tapi hanya upaya sederhana untuk ikut berperan aktif menghijaukan Blitar yang pada beberapa tahun terakhir juga terjadi penebangan pohon hutan liar dimana-mana.

 

Agenda atau Program KAMBILISASI adalah penanaman bibit kambil atau kelapa di lahan-lahan yang sekiranya gundul atau kosong. Sasaran utamanya adalah wilayah pesisir pantai Blitar selatan yang hampir seluruh pantainya tanpa ada pohon sama sekali. Program Kambilisasi itu telah dimulai sejak 2009 dan pada kahir 2012 telah terlaksana sebanyak lima kali kambilisasi, yakni di Pantai Pudhak, Selo Dadap, Keben, Serit, dan terakhir adalah pantai Selo Kancil pada 16 Desember 2012.

kambilisasi v 2

Kambilisasi ke V di Pantai Selo Kancil Blitar selatan

Kambilisasi bersifat mandiri dalam arti mulai pengadaan bibit kelapa sampai penanamannya dilakukan sendiri oleh komunitas Blitarian dengan tema Blitarian Go Green. Bibit kelapa diperoleh dengan cara membeli dari warga sekitar dengan melalui iuran dan donasi seluruh anggota Blitarian. Selanjutnya secara sukarela para blitarian yang intens terhadap penghijauan membawa bibit-bibit kelapa tersebut ke pantai untuk ditanam.

Sampai tahun 2012 baru sekitar 1250 bibit kelapa yang sudah tertanam. Namun tidak kami pungkiri bahwa sebagian bibit kelapa yang telah tertanam di pantai ternyata beberapa bibit kelapa diambil warga sekitar pantai untuk dipindah ke pekarangan mereka. Tapi itu tidak menjadi masalah selama bibit kelapa juga dipelihara agar tumbuh sebagaimana mestinya.

Kami sadar pelestari alam belum menjadi isu mayoritas di Indonesia, semua masih sebatas wacana dan pembahasan belaka. Untuk itu kami sebagai putra dan putri Blitar atau blitarian meskipun masih terbilang minoritas akan terus berupaya membuat Blitar Ijo Royo-royo semampunya.

 

You may also like...

2 Responses

  1. wah mankasih atas artikelnya mas admin 😀

  2. CCC says:

    APAKAH PERBUATAN BAIK KITA HARUS DI PERLIHATKAN ? BUKAN NYA SUDAH BANYAK JUGA PENCINTA LINGKUNGAN YG UJUNG UJUNG NYA GABUNG DENGAN PENGUSAHA DEMI KENYAMANAN HIDUP. BUKAN KAH KALAU KITA BERBUAT BAHKAN ” PIKIRAN ” KITA SAJA TIDAK BOLEH TAHU KEBAIKAN YG KITA PERBUAT ?
    SAYA MERASAKAN GETARAN KESOMBONGAN PENULIS DALAM HAL INI DAN GETARAN YANG SAMA DI MILIKI ORANG ORANG DI LINGKUNGAN DIMANA PENULIS BERASAL. PRIMORDIAL, BANGGA DIRI, TIDAK TAU SEJARAH YG BENAR, TIDAK PUNYA MALU MENGKLAIM BUDAYA ORANG MACAM SERABI SOLO JADI ES SERABI, PECEL MADIUN JADI PECEL BLITAR. PADAHAL DI JAKARTA YG NOTABENE IBUKOTA DAN MULTICULTURE MAKA APABILA DI TANYA ES SERABI ATAU PECEL BLITAR MAKA DENGAN SANTUN DAN MENGERNYITKAN DAHI AKAN MENJAWAB ” MAAF SAYA BELUM PERNAH MENDENGAR ADA ES SERABI DAN PECEL BLITAR YANG ADA SERABI SOLO DI MENTENG DAN PECEL MADIUN ”

    SAYA TIDAK SEDANG MENGHAKIMI ATAU MENGHUJAT TAPI HANYA MUAK DENGAN ” GETARAN YANG KELUAR ” DALAM DNA DNA……. ANAK ANAK RAKSASA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*