Warung Mbok Martumi

ImageBlitar, begitu orang mendengar nama kota Blitar, mungkin bisa dipastikan akan tergiring ke profil Bung Karno atau Gunung Kelud dengan kedahsyatan letusannya, atau bahkan akan teringat peristiwa Blitar Selatan dengan penghancuran sisa-sisa pengikut PKI. Selain itu mungkin akan mengarah pada pecel, makanan khas warga Blitar, meski sekarang sudah banyak makanan alternatif lainnya yang dikonsumsi, namun keberadaan pabrik sambal pecel di Jl. Cemara lingkungan Karangsari Blitar, menambah dominasi pecel sebagai produk unggulan warga Blitar, terlebih pabrik tersebut kabarnya juga telah go internasional.

Ngomong-ngomong soal makanan atau kuliner, bagi masyarakat Blitar ada beberapa tempat buat marung ( makan di warung ) yang sampai saat masih diminati, bahkan bisa dikatakan melegenda seantero Blitar dan sekitarnya. tempat itu diantaranya adalah Warung Bu Martumi, spesialis sayur tewel nan pedes. Beralamat di Desa Dayu Kec. Nglegok, tepatnya utara pasar dayu kurang lebih 150 meter dari pasar. Di depan rumah atau warung Bu Martumi terdapat nameboard yang cukup jelas bertuliskan ‘Warung Bu Martumi, sedia Nasi Sayur Tewel, Rebung, Ayam, Dll’, memudahkan bagi pe-marung pemula untuk mencari lokasinya.

 

ImageRumah dengan teras berlantai keramik dominasi warna hijau muda, di tata sedemikian rupa, ada meja kursi serta karpet yang kesemuanya untuk tempat pengunjung warung tersebut.Pada umumnya pengunjung akan langsung menuju dapur untuk memilih serta memesan menu makanan yang tersedia. Jangan heran bila di dapur sebagaimana dapur pada umumnya yang penuh bahan-bahan mentah maupun masakan yang sudah siap saji, namun di dapur Bu Martumi hampir semua ukurannya adalah jumbo. Termasuk wajan atau tungku untuk memasak juga buesar-besar hehehhehe…

Warung Martumi, demikian morang-orang menyebut tempat itu, terkenal karena sayur tewel ( nangka muda ) yang dimasak sangat pedas. Bukan hanya itu saja, disana juga tersedia masakan lainnya seperti iwak kutuk, iwak lele, iwak jendil serta iwak-iwak lainnya ( tapi dudu iwak-iwakan lho ). Dari sekian menu yang ada terutama urusan lauk, disana yang terpopuler adalah iwak ingkung ( 1 ayam utuh ) siap saji. Ditambah dengan oseng-oseng mercon ( lombok ) maka warung itu menjadi syurga bagi mereka yang doyan pedas. Bila masih ragu, begitu anda sampai Blitar, silahkan tanya apakah kenal dengan Warung Martumi, jawabnya nanti 95% adalah “iya”. Harganya pun relatif murah, dengan menu 1 ingkung ayam berkisaran 25-30 ribu tergantung jumlah penambahan menu lainnya yang anda ambil. Sangat cocok bagi anda yang suka makan ramai-ramai bersama keluarga atau kerabat kerja serta teman karib. Tidak dianjurkan bagi anda yang anti pedas, kecuali memang kesana hanya untuk melihat-lihat atau meminta air putih ( peace! ).

You may also like...

1 Response

  1. Chandra Wells says:

    Awal tahun 2013 aku berkesempatan NYEKAR ke sesepuhku di Blitar. Karena baca artikel ini, kuputuskan untuk mencari Warung mbok Martumi ini.
    Saat itu bertepatan waktu makan siang. Kami duduk di teras warung dan disuguhi SAYUR NANGKA nya dan masakan Ayam kampung 2 piring. Maaf beribu maaf, kategori masakannnya tidak bisa dikatakan diatas rata rata, bahkan dibawah. Sayur nangkanya dimasak didalam kuah santan sisa kemarin, sehingga nangkanya sangat tasteless. Begitu pula Ayam kampung nya dimasak kuah SAMA seperti sayur nangkanya. Cara penyajian Ayam nya sangat tidak layak…diatas piring makan kecit, sehingga kepala ayam TENGEL TENGEL diluar piringnya. Disamping itu kami berkesempatan untuk ijin ke Toilet nya lewat dapur masaknya WOOOOOW!!! membuat kami tambah tidak nafsu makan. Maaf maaf….ada sayur rebung di rendam bersama lap lap kotor dari dapur….!!! Belum kami saksikan satu keranjang Ayam Goreng di pojok dapur tidak tertutup….dan secara kebetulan kami lihat seekor tikus melintas….maaf maaf lengkap deh hilangnya rasa lapar kami…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*