Taman Pecut Kota Blitar nglunthung

Taman Pecut Kota Blitar telah diresmikan oleh Walikota Blitar Samanhudi Anwar pada 22 juni 2017 silam. Pecut menurut Pak Wali Kota sebagai simbol penyemangat warga kota Blitar dalam bekerja dan berkarya. Sehingga keputusan untuk membangun monumen pecut pada taman ditengah-tengah kota blitar selain menunjang keindahan diharapkan mampu mendorong warga Kota Blitar makin semangat, makin bergairah, makin optimis dalam beraktifitas memajukan Kota Blitar.

Sayangnya pecutnya ngluntung, gak ada ruh penyemangatnya, lagi pula Pecut sudah identik dengan Kota Ponorogo yang mana disana terkenal dengan adanya Pecut Samandiman sebuah senjata ampuh berupa pecut atau cambuk milik Prabu Kelono Sewandono yang kemudian diapresiasikan dalam bentuk seni Reyog/Reog sampai sekarang.

Memang tidak ada salahnya ketika pecut diangkat sebagai simbol atau icon baru Kota Blitar, sebagai penambah monumen-monumen yang sudah ada di Blitar, namun disisi lain pecut juga bisa memiliki tafsir sebagai simbol perbudakan, bisa juga lambang otoriter, lambang pengendalian mutlak dan seterusnya.

Kabar terakhir Patung Pecut akan dibongkar setelah adanya evaluasi oleh pihak-pihak terkait. Moga Blitar tambah ayu ginuk-ginuk, ora ayu sing nggegirisi mergo kabeh wonge nggowo pecut hehehe

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*