|
Ricuh, warnai PSBI vs PERSEWANGI |
|
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Tuesday, 03 June 2008 |
|
Kembali PSBI melibas tamunya dari Banyuwangi, yakni Persewangi dengan skor 2-0 membuat bangga warga Blitar. Pasukan Singo Lodro memakai kostum merah dengan variasi biru terlihat ngotot penuh semangat dihadapan para fans beratnya. Sementara Persewangi dengan kostum warna kuning secara umum tidak buruk. Bagaimanapun main di kandang lawan tentu juga mempengaruhi mental para pemain berkostum kuning itu.
Dilihat dari 'wayang' (postur tubuh) pemain persewangi dengan pemain PSBI memang perbedaannya cukup jauh. Boleh dibilang 7 dibanding 9. Sehingga dalam perebutan bola, pemain persewangi sering kali kalah. Meski begitu kegigihan persewangi dalam meladeni PSBI yang penuh semangat cukup di acungi jempol. Dari 2 gol yang tercipta, gol pertama terjadi di babak I dan gol yang kedua merupakan hadiah pinalti dari wasit setelah wasit melihat hand ball yang dilakukan oleh pemain belakang persewangi di daerah kotak pinalti.
Hadiah pinalti yang diberikan wasit pada babak ke II tersebut, menyulut amarah para pemain persewangi. Dan seperti yang sering terjadi di persepakbolaan Indonesia, kericuhan pun tak terhindarkan lagi. Kali ini bukan antar pemain sepak bola namun pemain persewangi mengeroyok wasit. Sungguh prihatin melihat wasit harus pontang-panting menyelamatkan diri dari amukan para pemain persewangi. Sekitar 5 menit adegan yang sungguh memalukan itu terjadi, dan bisa berhenti saat petugas kemanan turun tangan melerai. Begitu juga dengan hakim garis yang bermaksud ikut melerai namun justru kena bogem dari salah satu oknum official persewangi. Entah karena apa yang jelas kondisi emosi yang cukup tinggi membuat semua kurang mampu menahan diri. Yel-yel dari penonton setia pun mengalir deras dengan meneriakkan kata "ndesooo.." diiringi tetabuhan layaknya drumband.
|
|