SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
blitar.org.jpg

Tamune

Ada 13 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Depan arrow Berita arrow Berita arrow Dipajana Blitar
Dipajana Blitar PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Tuesday, 01 April 2008

ImageMasih ingat gedung bioskop andalan warga Blitar tempo doeloe? Tepatnya berada di timur aloon-aloon blitar, persis bersebelahan dengan 'rumah teralis besi'. Bila sampeyan bermasa muda tahun 70-80-90an mestinya punya kenangan indah dengan gedung tersebut.

 

Dengan andalan produknya STUDENT SHOW dan MIDNIGHT gedung Dipajana begitu nama gedung itu, menjadi tempat hiburan terkini kala itu. Saingan terberatnya adalah Gedung IRAMA di jl. Mastrip dan Gedung CEPAKA di jl. Cepaka Blitar  dan satu lagi yakni Gedung MISBAR dan Layar Tancap. MISBAR singkatan dari 'geriMIS buBAR' artinya pemutaran film digedung tersebut yang pada umumnya berada dilapangan atau lahan kosong yang cukup luas yang kemudian diberi pagar memutar. Tentu saja tanpa selembar atap pun sehingga ketika pemutaran film berlangsung tiba-tiba hujan turun, tak ayal lagi para penonton jadi bubar mencari tempat perlindungan masing-masing. MISBAR ini tidak permanen, tergantung lama kontrak atau sewa tempat usaha tersebut. Umumnya berada di wilayah kabupaten.

 

Bila Layar Tancap lebih karena bentuk promosi produk tertentu dari suatu perusahaan yang di gelar di lapangan. Pada perkembangan terakhirnya kala itu, layar tancap dijadikan sebagai acara hiburan sebagian warga Blitar yang mempunyai hajat besar, mantu, sunatan serta syukuran yang diikuti dengan Orkes Melayu yang penuh tawuran.

 

DIPAJANA kala itu menjadi tempat pemutaran film yang paling berkelas untuk ukuran Blitar. Tempat kedua adalah IRAMA dan terkahir CEPAKA. Doeloe dengan harga karcis Rp. 750 sudah bisa menikmati film nasional dalam gedung Dipajana, sementara untuk IRAMA sekitar Rp. 500,- dan Cepaka dibawahnya lagi.

Untuk paket STUDENT SHOW di Gedung Dipajana, di pilih hari Sabtu ketika anak-anak pelajar pulang dari sekolah. Dengan harga karcis Rp. 300,- para pelajar sudah berjubel antri untuk masuk gedung Dipajana. Rata-rata film yang diputar adalah film nasional bertema kepahlawanan, seperti Jaka Sembung, Si Buta dari Gua Hantu, Nyi Roro Kidul dan semacamnya. Disusul film remaja Ranjau-ranjau Cinta yang sekarang tokoh utamanya si Doel jadi orang gede di Jakarta. Kemudian ada Catatan Si Boy, dan juga Lupus dengan cerita super konyol-nya. Untuk komedi tahulah semua, saat itu jaman keemasan WARKOP.

Untuk paket MIDNIGHT di gedung Dipajana, dimulai pukul 12.00 malam. Dengan pemutaran 2 judul film sekaligus. Biasanya film pertama adalah film nasional yang 'panas' dengan bintang utama mulai Suzana, Eny Beatrice, Ayu Ashari, Ineke Khoserawati, Sherly Marselina, sampai Kiki Fatmala. Hiks hafal.... ! Sementara untuk film kedua, adalah film-film asia (hongkong) sampai amerika, tentu juga enggak kalah 'panas' pokoknya sampai gerah didalam gedung saking panase!

Sekarang semua tinggal kenangan, dan tidak akan dialami oleh anak-anak muda saat ini. Untuk di Blitar bila ingin menikmati film di bioskop harus pergi ke Malang atau Kediri. Sehingga lebih banyak yang main download di internet.

ImageGedung Dipajana itu sekarang disulap menjadi Mini Market BENTAR. Perlu diketahui, hampir tiap sudut kota Blitar dibangun minimarket-minimarket yang sepertinya memang usaha tersebut lagi ngetrend. Untuk Gedung Irama sekarang menjadi toko Sepatu dan sandal. Yang di jl. Cepaka sekarang entah dijadikan gedung apa, masih dalam rehab.

Saat-saat terakhir dunia bioskop di Blitar, tepat di jl. Cepaka pula pernah dibangun gedung Bioskop bernuansa modern. Namanya kalau tidak salah CITRA. Usaha bioskop CITRA inipun seperti seniornya pula tergilas oleh jaman. Sekarang jadi perBANKan setelah mangkrak cukup lama.

Begitu derasnya arus informasi melalui internet, membuat orang-orang Blitar sudah tidak butuh lagi bioskop. Mungkin tepatnya menunggu sineas-sineas baru yang lahir dari Blitar. Mungkin gak sih..? 

Komentar
Tambah komentar baru
si_mbah   |Registered |2008-04-02 10:53:56
saiki nek blitar ra ono bioskop....
hua...hua....hua....

jamane si mbah sih
enom biyen seneng ndelok sing midnight show....seru....


saiki lek arep
ndelok bioskop wae ndadak nek malang.....


piye nasib e penonton koyo si
mbah ngene iki??????
666   |125.164.120.xxx |2008-04-11 03:34:29
kalo saya paling suka yang pas sabtu ma minggu , jaman doeloe . abis banyak
filem semi. plus sensornya g seperti sekrang..
yo sopo wani buka bioskop ,
saingan karo tukang jualan CVD pERKo
betet   |202.155.152.xxx |2008-04-15 02:32:21
Dipayana, salah satu dari bioskop2 yang terlindas jaman.
cah ayoe  - kaciaaan dech   |203.84.155.xxx |2008-09-15 08:01:00
kpan blitar bgun bioskop lagi,,aplg skrg bnyk bgt film2 bgs yang tanyang
dibioskop2
Wiraradja  - Koreksi   |203.130.255.xxx |2008-10-08 08:12:24
Koreksi Bos,
yang di jl cepaka sebelum jadi bank itu namanya KARTIKA CANDRA
CINEPLEX.
Terdiri dari 2 studio, untuk ukuran Blitar sudah cukup berkelas waktu
itu.
Sudah full AC, dengan tata suara yang ampuh (waktu itu).
Tapi sekarang,
hiks... hiks....
tau deh.....
admin  - suwun   |125.164.123.xxx |2008-11-02 03:59:40
Terimakasih atas koreksinya, memang bener namanya adalah KARTIKA CANDRA, ini
sekaligus sebagai ralat thd tulisan di atas! Sekali lagi terima kasih Mas
Wiraradja.
Johan  - komentar   |110.139.64.xxx |2010-10-27 08:56:49
saya orang blitar......semasa kecil tinggal di depan Bioskop irama jalan
mastrip, Bioskop kartika chandra hadir di blitar sekitar tahun 1991-1992, saat
itu menjadi bioskop berkelas di Blitar dengan tata suara yang oke plus ruang
full AC..

seingat saya waktu aku masa kuliah kirakira tahun 2001, aku sempat
menikmati sisa-sisa kejayaan Bioskop tersebut, Masih Ingat aku nonton FILM A2DC
sekitar bulan Juni 2002,Bulan Desember 2001 film tsbt diputer di KOta Malang
indi  - Jadikan Blitar sebagai kota wisata dan aset asli o   |110.138.65.xxx |2011-05-04 12:55:54
Yth
Pejabat, Pengusaha dan rakyat Blitar Pembangun kota Blitar,
Saya hanya
memberi inspirasi semoga gedung jaman dulu masih tersisa di seluruh pelosok
kota/kabupaten Blitar dapat dilestarikan bentuk aslinya sehingga dapat
difungsikan sebagai media penarik wisatawan lokal dan mancanegara.
Contohnya
seperti kuliner dikota Bandung, bangunan tetap asli tetapi kondisi dibuat
senyaman jaman sekarang, hal ini akan mempertahankan "citra khas asli kota
tersebut" itulah dayatariknya.
Karena setiap kota memiliki dayatarik
tersendiri. Hal inilah yang dapat digali untuk menghasilkan pendapatan daerah,
masyarakat dan pembangunan kota Blitar.
Salam buat wong Blitar.
Saya tinggal di
Depan Pesarehan Blitar
tapi lama urban di Jakarta karena jaman
rame-ramenya
banyak orang seenaknya membunuh (jaman PKI)
Sampai kapanpun saya tetap cinta
dengan kota Blitar.
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
 
Mohon untuk memasukkan kode diatas pada kotak yang telah tersedia sebelum anda kirim.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Login

Pesan Singkat

Latest Message: 6 months ago
Please Login to shout..
© 2008 blitarian