|
Melanjutkan dari agenda Blitarian go Green with Kambilisasi, kemarin beberapa anggota Blitarian mencoba survei ke lokasi pantai Blitar selatan lainnya. Masih seperti tahun-tahun kemarin bahwa lokasi pantai dimana target agenda kambilisasi kami pilih hampir seluruhnya berkondisi memprihatinkan. Selain aksesnya yang memang masih sangat sulit, kondisi hutan yang gundul menambah keberingasan matahari melepuhkan kulit. Survei kali ini tujuannya adalah Pantai JEBRINK dan pantai KEBEN.
Pantai Jebrink terletak di dusun Songbajul Desa Ngadipuro Kecamatan Wonotirto Blitar. Tepatnya ada disebelah barat Pantai Pudak yang kemarin menjadi target Kambilisasi I-III. Pantai Jebrink sebagaimana Pantai Pudhak yang lumayan jauh dari pemukiman penduduk, akses untuk sampai ke pantai masih sangat sulit. Padahal keindahan dan keelokan pantai sangatlah mempesona bagi siapa pun yang mengunjunginya. Kalaupun nekad menggunakan mobil atau sepeda motor, resiko terjebak atau tergelincir masih sangat tinggi. Jadi sampai saat ini, hanya mereka yang benar-benar niat melihat secara dekat akan keindahan Pantai Jebrink yang rela jalan kaki kurang lebih 3 Km dari Desa Ngadipuro.  Secara umum, lingkungan sekitar Pantai Jebrink dan pantai-pantai lainnya memang mengenaskan sampai saat ini karena hampir tidak ada pohon besar satu pun, kecuali semak-semak liar. Karena hampir 95% area sekitar pantai-pantai Blitar selatan telah menjadi BAON (kebun). Penebangan liar telah terjadi beberapa tahun silam, luas kebun masing-masing warga tergantung kekuatan mereka kala membuka hutan. Kondisi saat itu memang tanpa kendali, mengingat masa krisis nasional dimana bidang ekonomi demikian mencekik leher rakjat membuat mereka memberanikan diri menebang hutan untuk dijadikan area perkebunan. Dengan begitu mereka mampu bertahan hidup meski harus makan ketela dan sejenisnya. Lambat laun, beberapa warga berinisiatif menanam tebu, jadilah perkebunan tebu menghektar di Blitar selatan. Ironinya, mungkin bidang ekonomi sudah demikan tercover sampa saat ini, namun bahaya longsor semakin meyelubungi Blitar selatan. Dinas Perhutani juga tidak berdiam diri, terlihat di beberapa area hutan sudah tumbuh pohon-pohon jati muda, mahoni muda dan beberapa pohon nangka. Pantai Jebrink secara kasat mata sangatlah layak untuk dikunjungi, terdapat tebing yang cantik, beberapa karang di tengah pantai, bahkan terlihat ada beberapa orang yang memancing ikan disana. Hanya saja yang menjadi kendala adalah jalur akses ke pantai yang memang masih sulit dijangkau. Bergeser ke arah timur dari pantai Jebrink kurang lebih 3 Km terdapat pantai pasir putih nan cantik. Namanya Pantai KEBEN, selain terlihat bersih, di Pantai tersebut juga terdapat Kondang atau Sendang dengan airnya yang tawar. Lagi-lagi yang disayangkan, minimnya pohon rindang membuat panas matahari tanpa tedeng aling-aling akan menyengat kulit anda.
Secara keseluruhan, apabila seluruh pantai di Blitar selatan dari Pantai Jolosutro sampai Pantai Pasur dipelahara sedemikian rupa, yang mana ada belasan pantai cantik, maka seiring dengan project nasional perihal akan dibangunnya jalur selatan tentunya pantai-pantai tersebut sudah mampu menambah point tersendiri bagi kemaslahatan warga setempat dan Bitar pada umumnya. Itulah sedikit hasil survei yang kami lakukan kemarin, semua tidak lain bertujuan untuk menggali potensi alternatif bidang pariwisata sebagai pendukung langkah maju Blitar kutho tjilik kang kawentar. Thank to: Keluarga Bp. Rasidi, Besole. Blitarian Photo Club (BPC) Pak Sopir Truck Tebu Warga Jamparing
|