|
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk Blitar bila masing-masing dari kita menyadari akan kelebihan dan kekurangannya. Ngomong saja memang mudah, prakteknya bisa jadi sangatlah sulit wal rumit. Terus apa yang harus dilakukan?
Beberapa hari yang lalu, beberapa konco-konco berkumpul dan sedikit menyampaikan beberapa gagasan. Berangkat dari kesadaran bahwa mereka tidak ada satu pun yang merasa berkelebihan atau pinter bahkan hebat dari satu dengan lainnya beberapa anak muda yang boleh dibilang 'masih sedikit' peduli akan potensi blitar baik orang-orangnya maupun potensi alam serta budaya yang bila mau menelaah Blitar itu tidak kalah dahsyat dengan daerah lain. Dari situlah tercetus untuk memulai rangkul merangkul, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dalam menjunjung harkat dan martabat serta kemajuan Blitar.
Kalau pun pada kenyataannya saat ini Blitar tak ubahnya seperti daerah-daerah lain yang terus hiruk pikuk oleh berbagai kepentingan golongan atau kelompok yang justru membikin carut marut Blitar, meski semua dilakukan dengan tedeng aling-aling demokrasi toh pada realitanya semua masih menjerit penuh rasa pedih melihat sekaligus merasakan kondisi bangsa ini sekarang. Yang koruplah, yang bentroklah, yang bencanalah.. dan sebagainya!
Memangnya kenapa dengan Indonesia? Sebelum meluas ke ranah nasional, beberapa anak muda yang kemarin berkumpul untuk sekedar sharing wawasan, pengalaman, serta pengetahuan di sebuah cafe sederhana ala blitar yakni di USHUK Jl. Dr. Soetomo 31 Blitar, mencoba memadukan persepsi akan pentingnya kiprah pemuda atau siapa pun yang merasa cinta terhadap Blitar khususnya dan Indonesia pada umumnya. Guna terus BERTINDAK selain menggali potensi pribadi juga untuk tidak pernah merasa putus asa atau apatis melihat wajah indonesia yang terus bermuram durja.
Dengan berbagi (sharing) informasi serta wawasan yang masih dirasa terbatas, tersirat sebuah keinginan untuk mengajak siapapun BERTINDAK positif sesuai kemampuan dibidang masing-masing tanpa harus menunggu komando pemerintah. Bukan bermaksud meremehkan atau pun mengabaikan peran pemerintah, tapi bila selalu harus menunggu beliau-beliau yang duduk di kursi pemerintah sebagai penguasa atau apa pun itu istilahnya, Blitar tentunya makin 'diam membisu' cenderung stagnan.
BLITARBERTINDAK! itulah yang akan terus didengungkan oleh mereka, tiada lain kecuali untuk Blitar Raya syukur-syukur mengena atau berdampak sampai ke kancah nasional.
Bagaimana bentuk dan wujud TINDAKAN terserah masing-masing individu maupun kelompok dalam mengapresiasikan keahlian atau potensinya, dengan harapan selain bermanfaat untuk pemberdayaan diri juga menambah langkah kemajuan Blitar tercinta.
#blitarbertinda>| Tuhan tidak akan mengubah kondisi kaum-Nya, melainkan mereka sendiri yang mau berusaha mengubahnya! Bener gak?
Tanamlah tindakan, petiklah kebiasaan. Tanamlah kebiasaan, petiklah watak. Tanamlah watak, petiklah nasib. Dimulai dari gagasan yang diwujudkan dalam tindakan, kemudian tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan berkali-kali akan menjelma menjadi watak, dan watak inilah yang akhirnya mengantarkan kita kepada nasib. Jadi nasib kita, kita sendirilah yang menentukan. Begitu juga dengan Blitar, bagaimana Blitar kedepan? semua ada di tangan anda hai orang-orang Blitar.  Thanks to: USHUK Kopi Nusantara
Post Institute Blitar Padaganan Sahitya Ucca Enggano Stiker Dkk
|