|
Photo Carnaval Exhibiton Blitar Raya |
|
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Friday, 30 July 2010 |
|
Geliat nom-noman Blitar dalam mengexpresikan diri untuk nguri-nguri keluhuran dan keelokan tlatlah Blitar makin menjadi. Meski sederhana namun aksi independen dari konco-konco yang tergabung dalam Komunitas Fotografi Blitar (KFB) yakni pameran Foto yang bertajuk Beauty Landscape and Landmark BlitaRaya di Perpus Bung Karno mulai tanggal 31 Juli - 08 Agustus 2010 patutlah mendapat applous panjang.
Berawal dari kumpul-kumpul sesama penggila potret-memotret alias fotografi di Kedai Jl. Diponegoro no 09 Blitar, tercetuslah niat untuk membuat wadah bagi para photographer di Blitar. Agenda pameran foto tersebut merupakan aksi pertama KFB sekaligus sebagai Gong tanda terbentuknya wadah KFB.
Pada agenda pameran kali ini, KFB mencoba mengetengahkan keelokan tlatah Blitar ke seantero Djagad Dewanata bahwa Blitar memang layak dikunjungi siapa pun bukan hanya karena kebesaran Bung Karno tapi karena memang Blitar itu cantik, Blitar itu indah, Blitar itu damai, Blitar itu ramah, Blitar itu nyaman. Meski kadang mengerikan tatkala Lembu Sora penunggu Gunung Kelud batuk, tapi itu menambah kedahsyatan Blitar sebagai Kota Lahar. Ketenangan tlatah Blitar sudah kawentar (terkenal) sampai muncul konotasi bahwa Blitar adalah Kota Pensiun hehehe...
Satu hal yang perlu dicermati, KFB bukanlah bentukan pemerintah apalagi partai, tapi mereka murni mencintai Blitar apa adanya sehingga demi cinta itulah KFB ngrekodoyo mewujudkan rasa cinta itu sejurus kemampuan mereka dalam hal fotografi. Mereka tidak banyak cincong alias koar-koar tapi langsung bertindak untuk membuktikan bahwa mereka cinta Blitar sampe matih. Ouwwehh..
Semoga agenda mereka mampu menumbuhkan inspirasi bagi konco-konco yang lain untuk mempercantik Blitar sesuai kemampuan dan bidang masing-masing tanpa harus menunggu perintah pihak penguasa yang super sibuk mengurus kekuasaannya.
Harapannya, dari pameran kali ini selain untuk menambah wawasan orang-orang blitar sendiri yang notabene banyak yang belum tahu keindahan daerahnya sendiri, juga tidak memungkinkan bagi pengunjung yang berminat untuk mengkoleksi (membeli) foto-foto yang dipamerkan yang kemudian hasilnya bisa disumbangkan untuk kegiatan sosial lainnya.
Sukses buat KFB !
|
|