SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
art.jpg

Tamune

Ada 16 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Syndicate

Depan
Grebeg Pancasila PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Tuesday, 01 June 2010
grebeg pancasila
 
Grebeg Pancasila adalah suatu upacara untuk memperingati hari lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni. Dan Blitar boleh jadi satu-satunya Kota yang masih peduli dan terus memberikan apreasiasi dengan beberapa rangkaian upacara adat guna menggemakan kesaktian PANCASILA sebagai dasar atau ideologi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
 
Rangkaian acara Grebeg Pancasila dimulai pada malam hari sebelum jatuh tanggal 1 Juni. Pada malam itu, diadakan arak-arakan yang diikuti segenap warga Kota Blitar dengan berbagai aksesoris yang mencerminkan Pancasila berikut lambang Garuda. Dengan start di Dalem Gebang yakni rumah dimana Soekarno (presiden I Indonesia) kecil pernah menghabiskan masa kanak-kanaknya, menuju balai kota Blitar. Di balai Kota blitar selanjutkan akan digelar Malam Renungan Lahirnya Pancasila.

kirab pancasila
 
Keesokan harinya yaitu tanggal 1 Juni, akan digelar kirab Gunungan Limo dari Aloon-aloon Kota Blitar menuju Makam Bung Karno. Gunungan Limo disimbolkan dengan tumpeng raksasa dan digotong oleh beberapa orang berjalan kaki dari aloon-aloon sampai Makam Bung Karno.

Limo berarti LIMA sesuai sila Pancasila yang berjumlah lima. Dengan 5 sila itulah Indonesia dengan berbagai macam suku, agama, serta budaya dapat dipersatukan kedalam satu kesatuan negara Republik Indonesia.

Acara terkahir adalah pemotongan tumpeng di area Makam Bung Karno oleh Wali Kota beserta Bupati Blitar dan pejabat-pejabat pemerintah lainnya. Tentu saja masyarakat setempat ramai berdatangan selain menyaksikan seluruh prosesi Grebeg Pancasila, juga bersama-sama menikmati tumpeng setelah kenduri yang berisi panjatan do'a-do'a dilakukan para sesepuh Blitar.

Event Grebeg Pancasila bila dilihat dari kemampuan Pemerintah dan warga Blitar khususnya dalam mewujudkan kedalam bentuk upacara adat, boleh dibilang sangatlah sederhana. Untuk bisa dijadikan sebagai obyek wisata dalam skala yang lebih besar lagi tentu kiranya masih diperlukan Event Organiser yang memadai, mengingat Pancasila yang demikian Agung bagi bangsa Indonesia ini, tidakkah ada sebersit keinginan untuk membuat event Grebeg Pancasila lebih spektakuler lagi? Atau jangan-jangan event seperti itu hanyalah buang-buang energi dan biaya. Apakah peringatan-peringatan seperti itu sudah menjadi hal yang demikian kuno bagi anak-anak muda jaman sekarang?

Peringatan hari Lahirnya Pancasila kiranya tetaplah perlu untuk terus didengungkan seantero jagad Nusantara, agar tiap-tiap individu tetap terus terjaga dan sadar akan pentingnya Pancasila bagi kehidupan bermasyarakat, beragama, berbudaya serta bernegara yakni Indonesia Raya tercinta. Kecuali memang peringatan hal semacam itu sudah dianggap tidak up to date lagi bagi bangsa ini.
 
 
Komentar
Tambah komentar baru
Faisal  - Blitar ancen josss ae !   |110.139.58.xxx |2010-06-06 03:25:00
huft......
g rugi q jdi anak blitar, meski g tinggal d blitar.....
hajjaj f.  - Rindu kota Blitar   |188.54.69.xxx |2010-06-08 11:04:15
kapan aku pulang dari arab?
dah kangen banget Blitar
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
 
Mohon untuk memasukkan kode diatas pada kotak yang telah tersedia sebelum anda kirim.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Login

Polling

Apa yang paling anda inginkan ?
 

Pesan Singkat

Latest Message: 6 months, 1 week ago
Please Login to shout..
© 2008 blitarian