|
Refleksi Kebangkitan Nasional 2010 |
|
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Sunday, 23 May 2010 |
|
Bulan Mei identik dengan Kebangkitan bangsa Indonesia melawan penindasan segala macam imperialisme. Sekarang makna kebangkitan yang dihembuskan para leluhur hanya berupa goresan indah dikertas-kertas usang yang kemudian lusuh berakhir di tong sampah!
Bertempat di pendapa halaman parkir PIPP Kota Blitar, semalam digelar acara Refleksi Kebangkitan Nasional. Acara yang dikemas dengan sentuhan seni berupa jaranan dan campursari kemudian menyuguhkan Wayang Wali kreasi dari Ki SODRON sebagai penjelentreh makna refleksi kebangkitan nasional.
Ki Sodron dalam monolognya yang diringi seniman gamelan, hadrah, serta alat musik modern, mampu membawa penonton merenungi kondisi bangsa ini yang sedang mengandung lara karena hampir disemua lapisan masyarakat bangsa Indonesia telah kehilangan nasionalismenya. Dengan menggunakan wayang golek, Ki Sodron menggambarkan kondisi mental dan perilaku orang Indonesia sekarang yang penuh nafsu angkara murka, tamak, iri dan dengki antar sesama tak ubahnya bagaikan iblis-iblis dalam wayang yang ia lakonkan.
Hadir pula Kakang Djarot Syaiful Hidayat selaku Wali Kota Blitar, bahkan beliau berkenan tampil ke depan bersama Ki Sodron melantunkan tembang-tembang nasionalisme diiringi musik kreasi rombongan Ki Sodron. Kang Djarot juga sempat membacakan Puisi yang mengandung ajakan untuk bersama-sama bangkit menghantarkan ibu pertiwi sebagaimana tujuan yang telah dicanangkan para pendiri bangsa ini. Acara Refleksi Kebangkitan Nasional itu juga ditayangkan di TVRI. Tentu saja kemungkinannya sedikit yang nonton karena kebanyakan pemirsa tivi sekarang lebih menyukai infotainment, gosip-gosip dan segala tetekbengek budaya bangsa lain.
|