|
Singolodro terluka di Bojonegoro |
|
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Friday, 19 March 2010 |
|
Apa mau dikata, PSBI kesebelasan kebanggan warga kabupaten Blitar tersungkur distadion Letjend H Soedirman, Bojonegoro. Elusan tangan Yudi Suryata sang arsitek Laskar Singolodro belum mampu menepis predikat jago kandang PSBI. Kekalahan PSBI terhadap Persibo Bojonegoro memupuskan harapan Laskar Singolodro masuk ke delapan besar. Dan bahkan ancaman degradasi tidak dapat terelakkan lagi.
Kalaupun kinerja wasit menjadi alasan kekalahan, sungguh itu adalah hal yang sangat klise, dimana pada realitanya persepakbolaan Indonesia pada umumnya istilah wasit yang selalu membela tuan rumah menjadi hal 'wajar'. Bagaimanapun ketika PSBI main dikandang sendiri, tidak jarang wasit pertandingan juga terlihat membela PSBI selaku tuan rumah. Mengapa dan bagaimana? Entahlah...
Kalah telak 3 goal tanpa balas dari Persibo menambah luka laskar Singolodro, belum lagi isue yang kian santer perihal 3 pemain asing PSBI yang kurang kompak dan sering terjadi salah paham, membuat permainan PSBI boleh dibilang ruwet. Namun semangat dan perjuangan pemain lokal patutlah diacungi jempol, kalau pun sering kalah tentunya banyak faktor yang harus dicermati.
Target untuk tetap bertahan di Divisi Utama atau Liga Joss kayaknya lebih relevan, namun masih ada secuil harapan untuk meraih prestasi terbaik, bila PSBI tidak pantang menyerah dan terus berbenah. Tapi semua harus menyadari khususnya para sporter fanatik PSBI untuk belajar menerima kenyataan bahwa kekalahan PSBI dalam permainan sepak bola bukanlah kiamat, justru dengan kalah seperti itu harusnya dapat dijadikan motivasi untuk tidak keras kepala dengan berbuat anarki terhadap sporter tamu seperti saat PSBI menjamu PSS Sleman beberapa hari yang lalu.
Menang atau kalah, BLITARIAN tetap mendukungmu PSBI!
|