|
Persigo hempaskan PSBI di Gorontalo |
|
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Monday, 15 February 2010 |
 Sesi main tandang kayaknya masih menjadi 'momok' bagi kesebelasan kebanggaannya wong mblitar, PSBI. Dari sekian main tandang dalam liga Indonesia divisi utama group III, PSBI atau laskar Singolodro masih terlalu lemah dengan bukti sering kalah. Termasuk kemarin saat bertandang ke markas besar Laskar Lahilote julukan Persigo Gorontalo, PSBI harus mengakui keunggulan Persigo dengan legowo, karena hasil pertandingan berakhir dengan skor 0-4 untuk Persigo. Skor tersebut tentu saja mampu menjadi bukti bahwa Persigo benar-benar membalas kekalahannya di Stadion Soeprijadi Kota Blitar beberapa hari yang lalu saat PSBI menggilasnya dengan skor 2-0.
Masih banyak yang harus dibenahi, masih banyak yang harus dikerjakan, dan masih banyak lagi hal-hal yang seharusnya dipikirkan, tidak hanya untuk para pengurus, pemain dan supporternya. Namun semua itu harus tetap pada filosofi sebuah olahraga, hanya saja Sepakbola adalah olahraga permainan yang tentu saja harus berakhir dengan situasi menang atau kalah. Termasuk hasil buruk (kalah) PSBI dari Persigo kemarin, seyogyanya diterima secara wajar, bukan mencari kambing hitam tapi mencari sudut-sudut yang sekiranya masih lemah untuk kemudian diperbaiki sedemikian rupa. Perjalanan masih panjang, bukan berarti PSBI sah-sah saja untuk berleha-leha bila ingin meraih juara, demikian juga untuk para supporter yang akhir-akhir sudah menunjukkan pola ke arah positif. Meskipun secara teknis tidak terlibat dalam permainan, namun keberadaan supporter sangatlah diperlukan atas sebuah kesebelasan.  Adapun bila supporter PSBI masih banyak yang bilang NYONTEK baik atribut dan yel-yel penyemangat di lapangan (stadion) ada baiknya untuk tetap bersabar sambil terus berupaya mencari karakter yang pas buat identitas supporter Singo Lodro. Mari jaga terus persatuan kesatuan supporter sepakbola Blitar dan Indonesia. Mustahil ada perkembangan ke arah kemajuan kualitas permainan sepakbola, bila antar supporter masih senang menyuguhkan kekerasan disana-sini. Betul.... ? Bravo PSBI !
|