 Melanjutkan dari apa yang telah kami gulirkan perihal Agenda KAMBILISASI BLITARIAN di daerah pantai Blitar Selatan, kemarin program kerja berupa musyawarah dengan warga setempat yakni warga Banyu urip - Ngadipuro Kabupaten Blitar telah kami laksanakan pada hari Sabtu, 21 November 2009 pukul 19.00 WIB. Sebelumnya Blitarian crew telah melakukan koordinasi dengan Kepala Dusun Banyu Urip, Bapak Kartono. Sehingga musyawarah dapat terselenggara dengan baik di Baledeso yang kebetulan lokasinya berada di dusun Banyu urip. Musyawarah dihadiri tokoh masyarakat beserta ketua RT dan juga wakil pemuda setempat.
Dari musyawarah itu, setelah kami sampaikan maksud dan tujuan KAMBILISASI di daerah Blitar selatan, selanjutkan musyawarah teknis pelaksanaan penanaman bibit kelapa. Diantaranya adalah: 1. Kambilisasi dialihkan ke Pantai Pudhak, karena Pantai Serit sebagaimana yang menjadi target pertama agenda Kambilisasi Blitarian, ternyata harus dilakukan musyawarah dulu dengan warga Serang Kabupaten Blitar, mengingat sebagian wilayah Pantai Serit masuk ke wilayah Desa Serang.
2. Warga Banyu Urip sepakat akan melakukan kerja bakti membuat lubang tempat bibit kelapa yaitu disekitar Pantai Pudhak. Bila sesuai rencana kerja bakti itu akan dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal 29 November 2009 pukul 6.00 WIB
3. Pantai Pudhak merupakan Kambilisasi tahap I, dan akan disusul Tahap ke II dan seterusnya pada waktu mendatang setelah melalui musyawarah bersama.
4. Tahap I ini akan ditanam 100 bibit kelapa, untuk tahap II dan seterusnya akan dimusyawarahkan dahulu dengan warga setempat. Dan tidak menutup kemungkinan akan dicarikan bibit tanaman keras lainnya (Mahoni, Mangga, Duren, Sukun dsb).
5. Bibit Kelapa akan disediakan pihak Blitarian, beserta para donatur. Sementara pihak warga Banyu urip yang di koordinir oleh pemgurus LMDH [Lembaga Masyarakat Desa Hutan] mempersiapkan tempat kambilisasi berikut keamanan bibit serta bersama-sama dengan blitarian menjaga dan merawat bibit kelapa sampai benar-benar tumbuh.
6. Bila nanti pohon kelapa berbuah, maka buahnya akan diatur dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan warga Banyu urip dan sekitarnya. Sementara pohon kelapanya akan dijaga dan dirawat seluruh warga.
Keesokan harinya, kami melanjutkan survei ke beberapa pantai di sekitar Pantai Pudhak, tepatnya pantai-pantai dan teluk yang berada di sebelah barat pantai Pudhak. Kami mulai dari Pantai KEBEN, kemudian ke Pantai Krawang, lalu ke Teluk Dadap dan berakhir di Pantai Pudhak. Seluruh pantai yang kami datangi kondisinya mirip yakni gundul tanpa pohon besar satu pun sebagai penahan air atau erosi. Sementara itu sebenarnya antara pantai Pudhak sampai Pantai Serit masih ada beberapa pantai dan teluk diantaranya adalah Dung Dowo, Bakung, Teluk Kancil, dan Benelan.
Perlu di ketahui juga masih banyak pantai lagi yang belum kami datangi, khususnya pantai Pudhak ke barat sampai Pantai Tambakrejo. Belum lagi pantai-pantai di barat Pantai Tambakrejo itu sendiri. Artinya, tidak salah bila blitarian meng-agendakan 1000 kelapa, karena memang lahan atau tempat untuk menanam pohon kelapa sebagai program reboisasi mandiri memang sangat memungkinkan. Suatu saat nanti, tidak harus Blitarian Community yang harus melakukan itu, namun siapapun dan dari komunitas apapun dipersilahkan untuk ikut cawe-cawe meng-ijo royo-royo-kan kembali wilayah Bltar selatan, sebagaimana kita tahu semua bahwa blitar bukan milik kami, bukan milik mereka, atau bahkan milik perorangan dan atau golongan, namun blitar milik kita semua, orang-orang Blitar Indonesia.
Dan bagi blitarian (orang-orang blitar) dimanapun berada yang kerso membantu berupa dana untuk membantu pengadaan bibit kelapa (@: Rp. 5000 - Rp. 15000), transportasi, konsumsi serta kebutuhan lain-lainnya, bisa melalui : BANK MANDIRI KCP Blitar Atas nama: Wawan Budi Wilapa No Rekening: 144-00-0683483-9
BNI 46 Blitar Atas Nama: Bayu Artanto No Rekening: 0113582571 BRI KCP Blitar Atas nama: Catur Rahayuningtiyas No Rekening: 0009-01-038133-50-2 Sedikit pun kami tidak memaksa apalagi ada tendensi yang neko-neko selain ayooo bareng-bareng majokne kutho cilik kang kawentar yoiku kuto Blitar. Leres nopo mboten?
|