|
Tanah airku Indonesia Negeri elok amat kucinta Tanah tumpah darahku yang mulia Yang kupuja sepanjang masa Tanah airku aman dan makmur Pulau kelapa yang amat subur Pulau melati pujaan bangsa Sejak dulu kala. Melambai lambai Nyiur di pantai Berbisik bisik Raja Kelana Memuja pulau Nan indah permai Tanah Airku Indonesia. Lagu Rayuan Pulau Kelapa maha karya Ismail Marzuki. Boleh jadi syair lagu tersebut memang sesuai kenyataan di beberapa pantai yang ada di Indonesia, namun tidak demikian bagi pantai blitar selatan. Mengapa? Padahal, kelapa kalau dalam bahasa blitarian adalah KAMBIL atau KLAPA (baca:klopo) sebenarnya dapat tumbuh dengan baik di bumi bung karno.
Buktinya, di beberapa wilayah Blitar bagian utara bahkan mampu mengekspor Gula Kelapa, artinya di wilayah tersebut memang banyak pohon kelapa yang diambil niranya. Sedangkan untuk Blitar bagian selatan ada pegunungan yang sering disebut Gunung NYAMIL merupakan daerah pegunungan yang dipenuhi pohon kelapa, meski tidak diambil niranya untuk produksi gula, namun pohon kelapa dapat tumbuh dengan baik disana.
Sehubungan dengan beberapa kali kunjungan kami ke pantai Blitar selatan, ternyata tidak ada satu pun pohon kelapa nampak disana, padahal pantai yang ada di daerah Malang, Tulungagung sampai Trenggalek, pohon kelapa dapat tumbuh dengan baik. Apalagi Pantai Blitar Selatan tidak hanya satu buah namun lebih dari lima pantai. Apabila dikelola dalam arti diberdayakan sebagaimana mestinya tidak menutup kemungkinan dapat menambah manfaat dibanyak aspek kehidupan masyarakat Blitar Selatan.
 Disisi lain, tuntutan hidup masyarakat sekitar pantai memang tidak dipungkiri semakin meningkat. Situasi 'kacau' beberapa tahun silam menyebabkan masyarakat secara membabi buta menebang pohon-pohon disekitar pantai. Bila saat ini anda berkunjung ke Blitar selatan jangan heran bila hampir tidak anda temukan pohon-pohon sebagaimana pohon hutan seperti jaman doeloe. Semua sudah ditebang. Hutan gundul. Yang ada tinggal tanaman-tanaman palawija milik masyarakat sekitar, dengan area yang begitu luas tanpa pohon sebagai penahan air, bisa dibayangkan betapa masyarakat dalam bahaya. Terbukti beberapa tahun yang lalu di daerah Blitar selatan terkena banjir dan tanah longsor. Akan kah hal itu kita biarkan saja? Menunggu musibah berikutnya?
Mengurai permasalah hutan gundul di Blitar selatan memang tidaklah gampang. Jelas sulit, tapi bukan berarti tidak ada jalan keluar bila kita memang berniat memperbaikinya. Untuk itu, kami yang tergabung dalam Blitarian Community Plus bermaksud mengupayakan penanaman pohon hutan kembali alias reboesasi. Berhubung berjuta keterbatasan kami, maka langkah awal yang akan kami lakukan menanam pohon kelapa di sepanjang tepian pantai.
Perlu diketahui, sebenarnya bukan kami satu-satunya yang peduli terhadap kondisi gundul area pantai dan hutan disana. Beberapa konco-konco Blitar sudah sejak dulu mengawali bergerak didaerah sana. Misalnya, rekan-rekan dari SITASDESA (NGO) dan beberapa komunitas pecinta alam Blitar. Dengan demikian sebenarnya Blitarian hanyalah menambah atau berniat memberikan sumbangsih berupa tenaga dan pikiran serta waktu untuk Blitar selatan dengan harapan proses penghijauan kembali yang telah dilakukan rekan-rekan terdahulu terus berkelanjutan.
Oleh karena itu, sekali lagi kami ulangi, berhubung keterbatasan kami yang mana untuk saat ini dan beberapa hari kedepan menurut pandangan dan pemikiran kami bahwa menanam pohon kelapa lah langkah awal yang mungkin bisa kami lakukan. Bisa jadi bila rencana ini dapat berjalan dengan baik, akan kami lanjutan dengan menanam pohon-pohon lainnya termasuk mangrove, selama tidak menyalahi aturan yang berlaku.
Saat ini kami pun telah mencoba koordinasi dengan pihak Perhutani serta dinas-dinas terkait. Minimal mohon ijin sekaligus mohon petunjuk agar niat atau rencana tersebut dapat dilaksanakan dan berhasil seperti harapan.
Tercetuslah GERAKAN KAMBILISASI alias menanam pohon kelapa (kambil) di pantai selatan dengan tujuan mempercantik wajah pantai, melestarikan alam, ikut ambil bagian dalam mengurangi global warming, dan bila pohon kelapa tersebut dapat berbuah semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar pantai tersebut.
Kami pun sadar bahwa semua rencana diatas tidak akan terwujud tanpa dukungan masyarakat. Meskipun secara kewenangan, Blitarian hanyalah komunitas dari generasi muda Blitar yang hanya punya semangat untuk membuat Blitar lebih baik. Tanggung jawab pelestarian alam tidak hanya milik pemerintah melalui dinas terkait, kita-kita yang enggak sepinter mereka pun punya hak untuk cawe-cawe ngapik-ngapik Blitar, iyo opo ora?
Bagi Blitarian dimanapun berada, mohon kesediaannya untuk menyisihkan sedikit waktu dan tenaga, syukur ikut cawe-cawe menyediakan bibit kelapa (cikal). Bila dirumah tidak punya bibit kelapa, mungkin bisa minta bantuan tetangga.
Penduduk Blitar ada ratusan ribu, bila ada 1000 orang yang peduli selanjutnya memberikan 1 buah bibit kelapa, niscaya syair lagu ciptaan Ismail marzuki berlaku juga bagi Pantai blitar Selatan.
Informasi, usulan, petunjuk dan sebagainya bisa dikirimkan melalui KONTAK KAMI, KOMENTAR, BUKU TAMU, Email : info[at]blitarian.com atau Facebook di :
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
|