 Menindak lanjuti dari acara atau agenda Blitarian beberapa bulan yang lalu ketika segenap rombongan bertandang ke daerah Banyu Urip kecamatan Wonotirto Blitar Selatan, yang mana setelah beberapa acara diantaranya adalah berbagi ta'jil (bulan puasa) lalu menyumbang sedikit yang kami mampu berupa alat-alat tulis untuk siswa-siswi SD Ngadirejo yang dilanjutkan dengan pemutaran film layar tancap sebagai wahana hiburan warga Banyu urip, sekarang kami mencoba merangkai sebuah agenda dengan tujuan yang lebih memberikan efek, baik ekonomis maupun lingkungan khususnya alam dan sekitarnya di daerah banyu urip tersebut.
Dari beberapa ide atau usulan konco-konco blitarian, akhirnya kami putuskan untuk mengupayakan menanam pohon kelapa di pantai Serit. Perlu di ketahui bahwa di dekat banyu urip ada beberapa pantai diantaranya adalah Pantai Pudak, Pantai Serit dan agak ke arah timur lagi adalah pantai serang. Khusus untuk pantai Pudak (pasir putih) dan pantai Serit, hampir sama sekali sudah tidak ada lagi pepohonan alias gundul.
 Sejak dilakukannya penebangan pohon secara liar beberapa tahun yang lalu, sampai saat ini kondisi daerah/tanah khususnya yang dekat dengan pantai-pantai tersebut boleh dibilang sangat mengkhawatirkan apabila terjadi hujan lebat, mengingat daerah pemukiman penduduk di Banyu Urip sampai pantai-pantai tersebut tidak ada pohon besar sebagai pencegah banjir. Mestinya akan sangat rawan terjadi banjir atau longsor.
Oleh karena itu, ketika kami mencoba melihat secara dekat kondisi daerah tersebut yang kemudian mencoba membantu memikirkan apa yang bisa kami lakukan untuk Blitar tercinta meskipun kami semua sadar bahwa kami bukan komunitas anak-anak pintar apalagi mampu dalam segala hal, terbersit sebuah angan-angan yang kemudian kami usahakan untuk sedikit demi sedikit merealisasikan keinginan yang menurut kami sangat besar yakni menanam pohon kelapa disepanjang pantai-pantai tesebut.
Secara teknis sejujurnya kami tidak berdaya baik dalam hal pengadaan bibit kelapa sampai teknis penanaman bibit kelapa di tempat tersebut. Namun kami tetap berusaha untuk terus merealisasikan keinginan kami bersama itu. Secara bertahap, khusus untuk pantai Serit diperkirakan membutuhkan 1000 bibit kelapa, belum lagi pantai-pantai lainnya.
Mengapa pohon kelapa? Selain untuk mempercantik pantai, tentu saja buah kelapanya dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk keperluan sehari-hari. Belum lagi bila menyangkut ketahanan pantai terhadap abrasi, erosi dan kerusakan alam lainnya. Itulah tujuannya kami tanpa tendensi apapun selain keinginan untuk melihat Blitar makin cantik, permai, aman dan sejahtera.
Itulah sedikit agenda kami berikutnya yang entah kapan dapat kami realisasikan, mohon petunjuk dari para blitarian dimanapun berada untuk sama-sama mikul duwur mendem jeru kota cilik kang kawentar yang tidak lain adalah BLITAR tercinta. Usulan, petunjuk dan arahan bisa disampaikan melalui komentar atau kirim email ke info [at]blitarian.com. Maturnuwun sakderengipun...
|