|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Wednesday, 30 September 2009 |
 Ulat Hongkong merupakan pakan ternak yang biasanya diperuntukkan pada burung. Khususnya di Blitar masih hanya beberapa warga yang menekuni usaha budidaya itu, salah satunya adalah Pak Subandi, warga Desa Sawentar Kabupaten Blitar. Menurut pak Subandi, sebenarnya sangatlah mudah untuk ternak atau budidaya ulat hongkong itu, telaten itulah kuncinya. Saat ini, Pak Subandi sudah 1 tahun lebih budidaya ulat hongkong di rumahnya. Rata-rata dalam 1 minggu mampu menghasilkan ulat siap konsumsi untuk burung sebanyak 1 kwintal. Dan untuk harga ulat hongkong adalah Rp. 20.000,- sampai Rp. 21.000,- per kilonya. Selama ini, hasil budidaya ulat hongkong itu sebagian besar dikirim ke Jawa Tengah. Untuk kedepannya, Pak Subandi menargetkan mampu menghasilkan 2 kwintal perminggunya. Tidak heran bila rumah Pak Subandi sekarang penuh papan-papan dari triplek guna mengembangbiakkan ulat-ulat yang konon kabarnya berasal dari hongkong itu. Ingin belajar atau bahkan membeli ulat hongkong hasil budidaya pak Subandi? silahkan berkunjung ke rumahnya di Desa Sawentar, Kanigoro, Blitar.
|