
Banyak sekali kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh berbagai komunitas atau lembaga di bulan suci ramadhan ini di blitar. Seperti yang sempat kami saksikan kemarin dan hari ini. Kegiatan sosial yang kami maksud tentu saja berhubungan dengan ramadhan yakni bagi-bagi ta'jil atau makanan buka puasa. Meski gerimis, anak-anak TK Pelita Bangsa Jl. TGP Blitar dibimbing orang tua dan segenap gurunya membagi-bagikan ta'jil kepada warga yang kebetulan melintasi jl. TGP Blitar.
Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, konco-konco dari Paguyuban Kangmas Diajeng Kota Blitar juga melakukan hal serupa. Hanya saja mereka memilih tempat di area Pasar Legi Kota Blitar. Selain anak-anak kecil yang kebetulan sedang bermain dilokasi tersebut, ada beberapa bapak tukang becak dan warga lingkungan pasar turut berbuka bersama Kangmas Diajeng.

Sebelumnya, mereka 'bingung' mencari lokasi untuk menggelar acara buka bersama karena tidak sedikit acara dengan model seperti itu telah banyak dilakukan oleh komunitas-komunitas lainnya. Disisi lain, kesulitan menentukan tempat yang artinya memprediksi banyaknya audien peserta buka bersama di Blitar ternyata tidak mudah. Boleh jadi, ini berarti pertanda ada peningkatan 'kemakmuran' di Blitar. Secara nyata memang para tukang becak semakin berkurang, kalau pun ada banyak, sudah diserbu penyelenggara 'buka bersama' lainnya untuk diajak bersama-sama melakukan hal tersebut. Sehingga ketika konco-konco dari Paguyuban Kangmas Diajeng yang awalnya berniat melaksanakan 'buka bersama' di area stasiun Blitar dialihkan ke lokasi Pasar Legi. Itu pun ternyata tidak begitu banyak audien yang bergabung ya karena memang ditempat-tempat lain juga terjadi hal serupa. Tentu saja tidak menjadi masalah, karena memang kenyataannya sekarang di Blitar mulai 'sulit' mencari audien atau peserta buka bersama, kecuali di-creat dengan skala besar dan susunan acara yang heboh pula. Tapi tetap pada intinya, bahwa kegiatan semacam itu tetap harus diadakan sukur menjadi adat dan kebiasaan, karena secara langsung penggelar acara dapat bertemu langsung dengan warga dimana pun penyelenggaraan acara itu diadakan. Disitulah sense of sosial akan terpupuk guna menjalin persaudaraan sesama wong mblitar.

Satu lagi kegiatan yang serupa dari dulur-dulur Vihara Samaggi Jaya, Jl. Ir.Soekarno 12 Blitar. Pada tanggal 13 September kemarin, dulur-dulur beragama Budha tersebut membagi-bagikan sembako serta baju-baju kurang lebih 500 paket ke masyarakat sekitar lingkungan Vihara. Acara tersebut memang lebih spesial dari biasanya, itu karena Vihara Samaggi Jaya baru saja menyelenggarakan perayaan ulang tahun Vihara yang ke 18. Maka sebagai bentuk syukur atas karunia-Nya, mereka para dulur-dulur umat budha itu melaksanakan 'Pindapatta' yang artinya berbagi makanan atau rejeki. Sebenarnya, perihal berbagi rejeki semacam itu sudah rutin dilakukan sebagai wujud toleransi sekaligus bentuk nyata dalam mebina dan melestarikan kerukunan umat beragama di Blitar.
Terlepas dari semua itu, adalah tanggung jawab siapa pun yang hidup di bumi Bung Karno untuk terus "Hurup Hambangun Praja" dan "Memayu Hayuning Buwono".Semoga niat dan tujuan baik seluruh wong Blitar dan Indonesia di kabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.