|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Friday, 14 August 2009 |
|
Mungkin bagi sebagian anak pelosok desa di Blitar, sudah terbiasa bermain dengan alat ala kadarnya. Taruhnya pelepah daun pisang, pelepah daun pinang (jambi) serta alat-alat sederhana lainnya. Itulah yang diangkat oleh beberapa anak pelajar asuhan dinas pariwisata diatas panggung Gong Boedaya Kebangsaan 2009.
Sepuluh anak yang terdiri dari 5 putra dan 5 putri, naik keatas panggung. Kemudian diawali dengan dialog sederhana yang intinya mengajak teman-temannya untuk bermain. Lalu salah satu dari mereka mengeluarkan tali dari karet gelang, berikutnya mereka barmain tali (seprengan) diatas panggung.
Dilanjutkan dengan permainan Jamuran, endog-endog'an, kucing-kucingan dan seabrek permainan lainnya yang diperagakan dengan alat-alat tradisional. Penonton pun tertawa terpingkal-pingkal campur heran, kok masih ada yang bisa main dolanan bocah tempo doeloe tersebut. Bahkan bagi anak-anak yang kebetulan menonton hanya bengong alias ndomblong. Maklum jaman sekarang anak-anak usia TK atau SD sudah main Play Station dan game yang menggunakan sarana komputer.
Tidak hanya kesenian tradisional saja yang akan diangkat Dinas Pariwisata ke kancah Nasional, namun dolanan bocah tempo doeloe juga mulai disentuh dan dipoles kembali, untuk melestarikan kasanah budaya tradisional masyarakat Blitar yang ternyata mandapat animo positif dari warga Blitar.
Meski secara instan dipertontonkan diatas panggung, nampak antusiasme penonton khususnya anak-anak dalam memperhatikan seluruh adegan permainan itu, mereka secara tidak sadar ikut menyanyi bahkan bergerak-gerak spontan sambil cekikikan merasa asyik dan lucu.
|
|