SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
gogreen.jpg

Tamune

Ada 18 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Syndicate

Depan
Kronologi Pembangunan Monumen BK PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Monday, 25 May 2009
ImageBila anda melintas di Jl. A. Yani Blitar, kemudian sampai di perempatan timur RS. Budi Rahayu atau Barat Masjid, maka akan terlihat monument (patung) Bung Karno berdiri gagah di tengah-tengah perempatan tersebut. Monumen Bung Karno itu terealisasi bukan oleh agenda pemerintah atau yayasan yang mengatasnamakan Soekarno. Namun berawal dari sebuah ide dari salah satu warga Gebang Kidul kota Blitar dilanjutkan dengan swadaya masyarakat setempat. Siapa dan bagaimana perjalanan warga Gebang Kidul dalam bahu membahu membangun monumen itu?
 
Tidak dipungkiri pelaksanaan pembangunan monument Bung Karno di Perempatan Jl. A. Yani tersebut tentu saja setelah mendapat ijin dari Pemkot Blitar. Yang awalnya, ditengah-tengah perempatan itu hanya terdapat sebuah taman mungil yang tidak terurus.

ImageSiapa sih yang punya ide pembangunan monument itu? Namanya Mas Sony Yuliono, warga Gebang Kidul kecamatan Sananwetan. Berawal dari uang yang tidak lebih dari 300 ribu rupiah, itu pun hasil dari uang SAWUR ( uang amal dari masyarakat ketika ta’ziah karena ada salah satu warga Gebang Kidul yang meninggal ). Dengan ‘modal’ dari uang sawur itu, Mas Sony mengajak beberapa rekannya, Mas Medi, Anis, Eko dan  lainnya untuk memanfaatkan uang tersebut guna membuat patung Bung Karno yang nantinya diletakkan di tengah-tengah taman perempatan Jl. A. Yani Blitar.

ImageLangkah pertama, sekitar tahun 2002, Mas Sony dkk menghadap Pak Djarot sebagai Wali Kota guna meminta ijin atas rencana pembangunan monument itu. Settelah ijin didapat, Mas Sony dkk bersama warga Gebang Kidul mengupayakan bahan baku serta bantuan inmaterial lainnya. Mulai pembuatan spanduk “Disini akan dibangun Monumen Bung Karno” yang dipasang diperempatan itu, kemudian mengumpulkan dana sukarela ke seluruh warga Gebang, sementara bahan baku berupa pasir dan batunya mencari sendiri ke daerah Ngoran Kabupaten Blitar. Untuk konsumsi selama pembangunan monument, warga gebang yang memiliki usaha warung makanan, secara gotong royong  dan bergiliran, menyisihkan makanan dan minuman untuk Mas Sony dkk.

Ada cerita yang sampai saat ini masih segar diingatan Mas Sony dkk, yaitu ketika ada seorang pengguna jalan yang melintas di perempatan tersebut, berhenti dan bertanya, ‘akan dibangun apa, Mas’? setelah tahu apa yang dilakukan Mas Sony dkk, orang yang tidak mau disebutkan namanya tersebut merogoh koceknya (saku) secara spontan menyumbang uang 1 juta rupiah. Setelah ditanya ternyata bapak yang dermawan itu adalah warga Samben Kabupaten Blitar.

Sementara untuk tanaman hias yang mengelilingi monument Bung Karno merupakan sumbang sih dari paguyuban penjual dan pecinta tanaman hias warga Jl. Mawar Blitar yang dikoordinir oleh Bapak Tomo.

Memang untuk pengadaan lampu dan cat, Mas Sony dkk mendapat bantuan dari DLH ( Dinas Lingkungan Hidup ) Kota Blitar. Itu pun masih harus ditunjang dengan hasil team pencari dana ke warga setempat. Menurut Mas Sony dkk, total biaya utuk bahan baku pembangunan Monumen Bung Karno tersebut, kurang lebih 21 juta.

Sampai saat ini, setelah Monumen diresmikan oleh Ibu Rahmawati Soekarno Putri, salah satu putri Bung Karno, sudah 3 kali diadakan pemeliharaan meliputi pengecatan dan renovasi dibeberapa bagian patung. Biaya renovasi yang pengerjaannya dilakukan kembali oleh Mas Sony dkk, sejumlah 3 juta rupiah, uang didapat dari salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Blitar.

Sementara ketika Ibu Rahmawati meresmikan monument tersebut, beliau menyumbangkan uang 10 juta untuk selamatan seluruh warga Gebang. Dari dana itu warga menyelenggarakan kenduri serta menyelenggarakan beberapa pentas kesenian lokal Blitar.

Masih ingatkah ketika pemerintah membangun tugu di dalam taman Kebon Rojo beberapa tahun yang lalu, dengan dana Milyaran rupiah? Sebenarnya tidak terlalu mahal dan tidak terlalu sulit, bila ingin memajukan Blitar, asal jujur, apa adanya, dan tanpa pamrih selain untuk kemajuan dan keindahan Blitar tercinta, ajak Mas Sony dengan senyum yang saat ini aktifitas sehari-harinya adalah sebgai tenaga honorer untuk  menjaga kebersihan dan keindahan Taman Kebon Rojo Kota Blitar.
 
Komentar
Tambah komentar baru
beth   |114.121.139.xxx |2009-05-31 15:27:09
hidup pak son!
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
 
Mohon untuk memasukkan kode diatas pada kotak yang telah tersedia sebelum anda kirim.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Login

Polling

Apa yang paling anda inginkan ?
 

Pesan Singkat

Latest Message: 6 months, 1 week ago
Please Login to shout..
© 2008 blitarian