SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
danez.jpg

Tamune

Ada 15 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Syndicate

Depan
Pentas Seni OSIS SMADA Kota Blitar PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Monday, 27 April 2009
ImageBertempat di Gedung terbuka, Amphitheater, yang beberapa bulan lalu diresmikan Wali Kota Blitar Bapak Djarot Saiful Hidayat, SMA Negeri 2 Blitar (SMADA) menggelar sebuah acara yang bertajuk Pentas Seni Pelajar mampu menyedot perhatian warga Blitar. Kebetulan cuaca di sore itu cukup cerah sehingga mendukung kelancaran pementasan kreasi seni siswa-siswi SMADA Kota Blitar.
 
smadaSeluruh rangkaian acara, dapat disuguhkan dengan apik kehadapan hadirin yang terdiri dari keluarga SMADA sendiri, dan tentu saja juga warga sekitar lokasi Gedung terbuka Amphitheater. Didukung pembaca acara yang kocak dari siswa SMADA sendiri, penonton pun nampak menikmati acara demi acara. Berpakaian adat jawa, lengkap dengan blangkonnya, pembawa acara yang terdiri dari 3 siswa itu mengalirkan guyonan-guyonan yang membuat penonton kadang harus memegang perutnya yang terpingkal-pingkal akibat kelakar dan ulah ketiga siswa tersebut.

pentas seni smada blitar
 
Sebagai pembukaan, tarian merak 3 siswi SMADA yang cantik-cantik nampak lemah gemulai memukau seluruh penonton. Disusul lantunan lagu-lagu jawa termasuk lagu kebangsaan wong Blitar yakni BLITAR KUTHO CILIK KANG KAWENTAR seakan meruntuhkan segenap jiwa ketitik kesadaran atas kebenaran syair-syair lagu tersebut yang mana diantaranya adalah bahwa Blitar Nyimpen Layone Bungkarno, Blitar Nate Brontak sing dipimpin Soeprijadi sampai Blitar Nyimpen Awune sang Nata. Semua itu mengingatkan sekaligus memercikkan api nasionalisme hadirin. Kemudian disuguhkan tarian dengan wujud wayang orang, meski masih agak kaku gerakannya namun telah membuktikan bahwa anak-anak SMADA memang tidak diragukan lagi dalam ikut serta melestarikan kebudayaan nenek moyang. Termasuk lagu-lagu yang bersyair bahasa jawa, boleh jadi saat ini semakin sedikit yang memahami bahasa jawa, justru disitulah letak meningkatkan nilai bahasa jawa, suatu saat untuk bisa menikmati atau memahami bahasa jawa, seseorang harus jungkir balik dulu belajar bahasa jawa. Ironis memang, bahasa asli dari leluhur banyak yang meninggalkannya, namun melihat pentas seni yang dilakukan OSIS SMADA Kota Blitar timbul lagi kebanggaan, ternyata masih banyak generasi muda di Blitar yang peduli terhadap budayanya sendiri.

Pentas Seni ditutup dengan penampilan Theater asuhan bapak dan ibu Guru SMADA. Mengambil tema dari cerita rakyat yakni Ande-ande Lumut, hadirin benar-benar terhibur. Apalagi saat dilantunkannya lagu Ande-ande Lumut yang mana dalam lagu tersebut menceritakan saat-saat Ande-ande Lumut yang tampan ditawari calon istri yang cantik-cantik, namun dia memutuskan untuk memilih Kleting Kuning, gadis berwajah buruk. Endingnya, pilihan Ande-ande Lumut adalah sangat tepat, karena ternyata Kleting Kuning itu adalah seorang putri Raja yang sangat cantik nan jelita. Selamat menempuh hidup baru buat Ande-ande Lumut dan Kleting Kuning semoga menjadi keluarga yang melahirkan generasi-generasi muda yang peduli terhadap kebudayaan negeri sendiri.

Sukses buat OSIS SMADA BLITAR !
Komentar
Tambah komentar baru
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
 
Mohon untuk memasukkan kode diatas pada kotak yang telah tersedia sebelum anda kirim.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Login

Polling

Apa yang paling anda inginkan ?
 

Pesan Singkat

Latest Message: 6 months, 1 week ago
Please Login to shout..
© 2008 blitarian