|
Aksi Kaum Marjinal Blitar |
|
|
|
|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Wednesday, 22 April 2009 |
 Sekitar pukul 13.30 WIB kemarin tepatnya hari Rabu, 22 April 2009, bertempat di perempatan Jl. A.Yani depan Apotik LOVI Blitar, beberapa anak muda dengan cat rambut warna-warni yang mengatasnamakan dirinya REMAJA PUNK BLITAR, mulai berdatangan. Mereka berseragam kaos warna putih, kebanyakan bercelana bumbung, berkerumun diperempatan tersebut. Tak bisa disangkal beberapa pemakai jalan terheran-heran, apa yang akan mereka lakukan sekarang ?
Sejenak kemudian, mereka turun ke jalan. Begitu lampu merah menyala, mereka dengan senyum ramah menghampiri setiap kendaraan yang berhenti selanjutnya membagikan stiker dan bibit pohon mulai jati, kelengkeng, rambutan sampai durian kepada pengendaranya.
"Mari bapak-bapak, monggo ibu-ibu dan mbak-mbak, ayo mas-mas... menanam pohon ini untuk menjaga bumi agar tetap adem" Beberapa pengendara nampak dengan senang hati menerima bibit pohon dari anak-anak Punk Blitar, namun juga ada yang menolak dengan alasan sudah tidak punya pekarangan buat menanam pohon.
Memang kemarin tanggal 22 April adalah Hari Bumi. Dan anak-anak PUNK Blitar bersama-sama dengan anak-anak FMR ( Front Mahasiswa Revolusioner ) menggelar aksi di perempatan LOVI membagi-bagikan sekitar 250 bibit pohon kepada warga Blitar yang kebetulan lewat di perempatan tersebut.
Melihat tampang dan raut wajah serta pakaian anak-anak PUNK yang nyentrik kadang membuat orang lain takut, ternyata rasa peduli mereka terhadap Global Warming patut diacungi jempol. Justru mereka yang menyebut dirinya dari kaum termarjin lebih tahu dan lebih nyata berbuat aksi untuk masa depan Bumi. Sementara yang lain justru sibuk menebang pohon untuk membuat kursi di DPR.
Dalam aksi kemarin, anak-anak PUNK Blitar bertugas membagi-bagikan stiker dan bibit pepohonan, sementara anak-anak FMR bertugas teriak-teriak dengan megaphone mengingatkan kepada siapa pun yang lewat di perempatan akan bahayanya Global Warming, dan menghimbau untuk bersama-sama menjaga Bumi dengan salah satu caranya adalah menanam pohon yang mereka bagikan.
Ditengah sepinya aksi sosial untuk kepentingan bersama ternyata anak-anak PUNK Blitar dan anak-anak FMR telah memberikan setetes embun penghilang dahaga dikala Bumi Bung Karno kian memanas.
KETIKA POHON TERAKHIR DITEBANG KETIKA SETETES AIR TELAH DIMINUM KETIKA IKAN TERAKHIR SUDAH DIMAKAN MAKA MEREKA AKAN BARU SADAR......!!! "DUIT" TIDAK BISA DIMAKAN.......
|
|