|
Blitar, menjelang pemilu 2009 mungkin seperti di kota-kota lainnya, gemuruh gerak dan suara partisipan partai politik kian gaduh. Sementara suhu udara di Blitar makin tidak menentu, siang hari panasnya ngadzubillah dan sore atau malam harinya tiba-tiba hujan deras. Saat ini banyak warga yang terkena flu atau badan meriang. Seyogyanya untuk selalu hati-hati menjaga kondisi tubuh bagi warga Blitar. Apalagi terik matahari ditambah polusi suara dan udara dari arak-arakan pawai sepeda motor yang akan menyelenggarakan kampanye menambah sesak didada. Belum lagi bila kesenggol kendaraan peserta pawai ketika anda berjalan disepanjang jalan protokol Blitar, bisa runyam nantinya!
Jadwal kampanye sudah diatur sedemikian rupa. Niscaya pada jam kerja, hari-hari di Blitar dipenuhi lalu-lalang pawai kendaraan bermotor dari masing-masing partisipan partai. Brong-brongan suara knalpot memekakkan telinga ditambah yel-yel peserta pawai membuat suasana terlihat gemuruh cenderung mengerikan. Kemudian setelah puas berputar keliling jalan-jalan protokol mereka berkumpul disuatu tempat yang mana pada tempat tersebut sudah menunggu biduan-biduan cantik dengan goyang dangdutnya.
Goyang ngebor, goyang gergaji, goyang patah-patah dan seabrek goyang nggedabyah menjadi andalan buat menarik massa. Muka-muka beringas nan liar setelah capek berkoar-koar disepanjang jalan terbasuh oleh gemulai goyang dangdut sang biduan. Mengacu beberapa kabar berita di tivi tidak sedikit yang berakibat tawuran dikala goyanger-goyanger berebut tempat buat ajojing atau karena hal-hal sepele. Lagi-lagi masih sebatas itulah peradaban warga dalam menerjemahkan kampanye. Enggak peduli sang orator bilang apa, yang penting heppiiii dan terpuaskan diri!
Menilik dari beberapa pertanyaan yang sempat kami lontarkan ke beberapa orang yang ikut pawai, mereka dapat uang bensin rata-rata Rp. 25.000,-. Sehingga jangan kaget bila ada orang yang ikut di berbagai aksi pawai dari bermacam-macam partai. "Lumayan Mas, selain seneng rame-rame bersama konco, juga dapat uang buat beli bensin sama rokok heheheh " katanya sambil terkekeh-kekeh." Soal milih caleg dan enggaknya, itu urusan nanti", kilahnya sambil tancap gas sepeda motornya.
Entah efektif atau enggak yang jelas tradisi pawai seperti itu masih terus digunakan. Selain menunjukkan ke masyarakat perihal besar-kecilnya jumlah partisipan yang ikut, juga memperlihatkan eksistensi partai itu sendiri. Tentu saja masyarakat berhak menilai, mana pawai yang simpatik dan mana pawai yang cenderung brutal mau menang sendiri ketika melaju di jalan umum. Namun itu bukan berarti nilai mutlak bagi partai itu sendiri, semua kembali ke masing-masing pribadi warga yang memiliki hak untuk memilih nantinya. Sekedar pengingat : PARTAI PESERTA PEMILU 2009 01 . Partai Hati Nurani Rakyat 02 . Partai Karya Peduli Bangsa 03 . Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia 04 . Partai Peduli Rakyat Nasional 05 . Partai Gerakan Indonesia Raya 06 . Partai Barisan Nasional 07 . Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 08 . Partai Keadilan Sejahtera 09 . Partai Amanat Nasional 10 . Partai Perjuangan Indonesia Baru 11 . Partai Kedaulatan 12 . Partai Persatuan Daerah 13 . Partai Kebangkitan Bangsa 14 . Partai Pemuda Indonesia 15 . Partai Nasional Indonesia Marhaenisme 16 . Partai Demokrasi Pembaruan 17 . Partai Karya Perjuangan 18 . Partai Matahari Bangsa 19 . Partai Penegak Demokrasi Indonesia 20 . Partai Demokrasi Kebangsaan 21 . Partai Republika Nusantara 22 . Partai Pelopor 23 . Partai Golongan Karya 24 . Partai Persatuan Pembangunan 25 . Partai Damai Sejahtera 26 . Partai Nasional Banteng Kemerdekaan Indonesia 27 . Partai Bulan Bintang 28 . Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 29 . Partai Bintang Reformasi 30 . Partai Patriot 31 . Partai Demokrat 32 . Partai Kasih Demokrasi Indonesia 33 . Partai Indonesia Sejahtera 34 . Partai Kebangkitan Nasional Ulama 41 . Partai Merdeka 42 . Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia 43 . Partai Sarikat Indonesia 44 . Partai Buruh
|