SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
psbi fans.jpg

Tamune

Ada 17 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Depan arrow Potensi arrow Industri Kecil arrow Gula Jawa Blitar
Gula Jawa Blitar PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Monday, 02 March 2009
ImageMeski Gunung Kelud kadang memuntahkan lahar yang membawa petaka, namun dibalik itu Gunung Kelud juga membuat tanah disekitarnya makin subur. Khususnya lahan di lereng Gunung Kelud atau Blitar bagian utara banyak perkebunan berkembang dengan subur. Misalnya saja nanas, pepaya, kopi, cokelat dan kelapa. Kelapa sendiri selain diambil buahnya, tidak sedikit warga di Blitar bagian utara memanfaatkan nira dari pohon kelapa untuk membuat gula. Seperti Bapak Syahri yang tinggal di Desa Sumberingin ini tiap hari membuat aneka bentuk dan ukuran Gula Jawa. Sampai saat ini Pak Syahri sudah melayani pesanan antar Kota bahkan antar propinsi serta pulau.
 
ImageDidukung oleh 6 tenaga kerja yang terdiri dari ibu-ibu home industri pak Syahri mampu memproduksi 1.5 ton gula perhari. Bahan baku berupa nira dari pohon kelapa selalu tersedia si wilayah Blitar bagian utara. Memang lahan yang termasuk lereng Gunung Kelud tersebut pohon kelapa dapat tumbuh subur, sehingga banyak warga yang memilih profesi sebagai penyadap nira atau tukang 'nderes' istilah di Blitar.

Untuk model gula jawa yang ada di Blitar ternyata banyak variasinya, mulai dari ukuran, bentuk cetakan, sampai kemasan disesuaikan permintaan konsumen. Misalnya saja, ada yang model kecil-kecil untuk per 1 kg berisi 33-34 buah gula dikemas dalam plastik isi 5 kg. Ada juga yang berbentuk memanjang seperti bambu yang dipotong-potong sedemikian rupa untuk per 1 kg berisi 13-14 batang gula, dikemas dalam kardus setelah dibungkus plastik.

ImageUntuk kualitas gula dari Blitar seperti milik Pak Syahri tersebut mampu bertahan cukup lama, sehingga gula sampai di tujuan dalam kondisi tetap prima tidak meleleh. Mengenai rasa, dalam waktu yang lama mampu terjaga tidak getir karena bahan bakunya memang murni alami bebas dari bahan pengawet kimiawi.

Bentuk kemasan menurut pak Syahri disesuaikan dengan permintaan konsumen serta mempertimbangkan jarak dari tujuan barang tersebut. kadang cukup dikemas dengan plastik, kardus bahkan karung.
 
 
< Prev

Login

Pesan Singkat

Latest Message: 6 months, 1 week ago
Please Login to shout..
© 2008 blitarian