 Menyongsong pesta demokrasi untuk memilih calon legislatif yang akan mewakili rakyat duduk dikursi dewan perwakilan rakyat. Disepanjang jalan-jalan protokol di blitar terpampang baliho-baliho caleg kontestan pemilu 2009. Berhubung banyak peserta yang maju ke kancah 'perang' perebutan kursi legislatif, masing-masing caleg harus ikut turun tangan ke medan perang. Sesuai aturan yang ada, maka masing-masing caleg tidak hanya berjuang merebut kursi dari kontestan partai lain, namun juga harus adu 'gengsi' dengan sesama caleg dari partai yang sama. Maka warga Blitar pun kebanjiran order membuat sekaligus memasang baliho para caleg itu. Berapa sih biaya pemasangan baliho di Blitar ???
Dari survei yang ada, untuk setiap pemasangan baliho ukuran 3 x 4 meter sekitar 50 sampai 100 ribu. Tergantung bagaimana sang 'jago' melakukan nego. Karena didalamnya terdapat beberapa unsur termasuk harga 'teman' atau harga 'musuh' hehehehe.... Perang baliho antar partai pun menjadi kian ramai. Positifnya, warga blitar semakin terbiasa akan hal itu, karena seringnya even tersebut terjadi di Blitar dan tentu saja di kota-kota lain. Dari mulai pemilihan kepala desa, pemilihan kepala daerah dan seterusnya. Entahlah, sekarang siapa yang lebih pintar. Realitanya para kontestan pemilu harus berburu dengan gesit untuk mendapatkan calon pemilihnya, sementara warga mulai cerdik nan pintar untuk tidak fanatik ke salah satu partai seperti ketika di Indonesia hanya ada 3 partai besar beberapa tahun yang lalu. Tidak bisa dipungkiri, ancaman kaum golput juga semakin memberikan warna pada pemilu kali. Bagaimana pun 'pecinta' golput harus dipandang secara bijak, mereka memilih untuk golput tentu ada sebabnya. Kalaupun MUI ikut cawe-cawe dengan mengharamkan golput terlepas dari pro dan kontra yang ada, hal itu juga harus dilihat secara bijak, sebagai upaya untuk mengingatkan pada rakyat Indonesia bahwa masa depan ada di tangan rakyat. Milihat foto-foto di baliho atau calon legislatif yang akan 'bertarung' pada pemilu 2009 khususnya di Blitar, nampak sebagian besar adalah tokoh-tokoh yang bisa dibilang masih muda-muda. Semoga kehadiran mereka mampu membawa angin perubahan ke yang lebih baik. Selamat berjuang!
|