|
Nggumun alias kagum apabila sampeyan-sampeyan menyempatkan diri untuk membaca sejarah keberadaan Blitar. Secara grambyangan (global) Blitar tidak lepas dari perluasan kerajaan-kerajaan Kediri yang kemudian diperjelas pemetaan wilayahnya pada jaman penjajahan Belanda.
Bila sampeyan pernah googling (istilah pencarian menggunakan jasa google.com) tentunya tidak asing dengan foto yang terpampang itu. Foto tersebut tentunya di jepret oleh orang Belanda, karena mbah-mbah kita pastilah durung gablegh (punya) tustel atau kodak hehehhe... Yah.. foto aloon-aloon Blitar tahun 1800-an nampak masih penuh pepohonan terkesan tanah lapang ditengah belantara. Entah diambil dari sebelah mana foto tersebut, yang jelas ada sebuah pohon beringin ditengah-tengahnya. Tahun 1900-an sudah nampak bebrapa warga melakukan aktifitas di aloon-aloon Blitar. Maklum tenggang waktu se-abad tentu jumlah penduduk juga meningkat, sehingga kegiatan-kegiatan penduduk Blitar makin sering terlihat.
Sebenarnya sejarah Blitar sudah pernah dibukukan secara resmi oleh pemerintah, selain Kakang Mas Gudhel dalam bukunya Napak Tilas Wong Blitar, bukti-bukti sejarah juga banyak yang bicara, mulai candi sampai petilasan-petilasan (peninggalan) adat kuno. Suatu saat blitarian.com akan mencoba memaparkan ke-kawentara-an (kemasyuran) kota Blitar ini.... so wait ajah !
|