|
Ditulis oleh kimung
|
|
Tuesday, 14 October 2008 |
|
Seringkali kala kita berada di kota Malang masih menjumpai orang berjualan ice Blitar maka yang dimaksud itu adalah Ice khas Blitar yang sering disebut Ice Drop. Bangunan pabrik pembuatan Ice Drop ini terlihat begitu kuno sejalan dengan sejarah produksinya terletak di jantung kota Blitar tepatnya di jalan Ahmad Yani sebelah barat gedung DPRD Blitar. Sebuah industri kecil yang masih tetap bertahan meski ancaman tergerus kemajuan zaman kian melanda. Kalau diamati kenapa ice ini masih bisa bertahan di pasar salah satunya mungkin Deferensiasi produknya begitu kuat. Memang Ice yang satu ini begitu unik dan khas, dari dulu sampai sekarang tetap konsisten tidak ada yang berubah meski zaman telah berganti-ganti. Tetap seperti dahulu, tempat ice menggunakan termos berwarna merah/coklat bentuknya silinder yang memanjang, dinding termos terbuat dari beling/kaca untuk mempertahankan suhu supaya es tidak cepat mencair. Sedangkan bahan baku utama Ice terbuat dari santan dan gula jawa, ada beberapa rasa diantaranya kacang hijau dan cokelat rasanya manis gurih. Ice tersebut di cetak berbentuk batangan bulat sepanjang 15cm, diameter 2,5cm dengan diberi gagang dari bambu seperti tusuk sate, bungkus ice tidak menggunakan plastik akan tetapi menggunakan kantong kertas berwarna putih. Kalaiu saat ini dunia ramai-ramai mengkampanyekan “back to nature” dengan mengurangi penggunaan plastik karena banyak dampak buruk yang ditimbulkannya maka Ice Drop ini telah melakukannya dari zaman dahulu kala nyaris tanpa gembar-gembor dengan slogan-slogan tsb. Mestinya keberadaan industri kecil seperti ini patut mendapatkan sertifikat ISO di bidang pelestarian lingkungan. Bagi anda yang kebetulan sedang berada di kota Blitar dan menginginkan cita rasa Ice Drop Blitar dapat anda temukan di toko-toko yang menjual snak atau ice cream di seputar jalan Angrek, Mastrip, Ahmad Yani dan masih banyak lagi.
|