|
Ditulis oleh Blitarian
|
|
Thursday, 09 October 2008 |
 Bila sampeyan menyempatkan diri sholat ied di kampung, mungkin masih mendapati sisa-sisa tradisi remaja masjid yang kreatif membuat berbagai atraksi setelah pelaksanaan sholat sunnah tersebut. Bahkan kadang masih tergolong ekstrim, misalnya pesta petasan sebesar paha orang dewasa sampai petasan sebesar ibu jari yang dironce-ronce pake sumbu petasan 1-2 meter panjangnya. Ketika ronce-ronce petasan disumet (bakar) maka terdengarlah ledakan-ledakan petasan bersahut-sahutan bak perang kemerdekaan. Begitu pula kaum ibu menjerit ketakutan karena kadang ada petasan yang sewaktu meledak terlempar jauh dari tempatnya mendekati mereka. Anak-anak bersorak gegirangan puas, dan bapak-bapak teriak-teriak pada seluruh hadirin dan hadirot untuk terus waspada.
Taruhlah sebuah pesta, saat itu merupakan puncak dari seluruh rangkaian aktifitas remaja masjid dalam hal memeriahkan idul fitri meski ada segi bahayanya. Pesta petasan diakhiri dengan peledakan petasan dengan ukuran paha orang dewasa tadi, bahkan ada yang sebesar pohon kelapa. Tentu saja suara ledakan bisa merontokkan jantung. Kadang lucu saja melihat mereka ketika petasan mulai diledakkan semua menutup telinga, padahal suara ledakkan itulah yang mereka tunggu, loh!
Beberapa tahun terkahir, petasan dilarang oleh pemerintah. Mengingat tidak sedikit yang menjadi korban sampai hilangnya beberapa nyawa akibat ledakan petasan. Sekarang beralih ke pesta kembang api. Kembang api akan terlihat cantik bila dinyalakan hanya pada malam hari, untuk itu remaja masjid membuat balon raksasa untuk mengisi aktifitas setelah sholat ied yang tentu saja juga untuk memeriahkan hari raya tersebut.
Balon dibuat dari plastik atau kertas yang dibentuk sedemikian rupa. Diameter bisa sampai 2-4 meter dan panjang balon bisa sampai 8-10 meter. Pengisian bahan bakar hanya berupa asap dari blarak (daun kelapa) sampai penuh, dibagian bawah dibuat semacam blengker (mulut balon) yang ditengah-tengahnya diberi uceng-uceng (sumbu). Jadi ketika balon sudah terisi penuh oleh asap, sumbu balon yang terbuat dari sumbu kompor dan diberi minyak tanah di nyalakan, itu untuk mendorog asap dalam balon agar tidak cepat keluar dari tubuh balon, sehingga tiada jalan lain kecuali membawa balon ke langit. Begitu balon mulai naik sorak sorai hadirin yang kebanyakan para remaja dan bapak-bapak pun menggema.
Namun tidak jarang terjadi kegagalan ketika proses penaikan balon, kadang masih beberapa meter sudah turun lagi gara-gara ada bagian balon yang berlubang akibat panasnya api, kalau sudah seperti itu yang muncul adalah gelak tawa para hadirin. Jadi berhasil atau tidak, proses pelepasana balon itu, tetap saja membawa suasana gembira.
|