SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
blitarsehat.jpg

Tamune

Ada 28 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Depan arrow Wisata arrow Tempat Wisata arrow Agro Wisata Rambutan
Agro Wisata Rambutan PDF Print E-mail
Ditulis oleh kimung   
Sunday, 05 October 2008

ImageRambutan Binjai identik dengan nana Blitar, Liat saja di lapak-lapak pingir jalan atau di pasar-pasar buah di seluruh daerah di Jawa timur Buah Rambutan banyak dijajakan pedagang dengan label "Binjai asli Blitar". Nama Blitar pun terangkat oleh buah rambutan (Naphellium lappaceum) jenis Binjai yang asli kulit buahnya sedikit keras, warna buah merah tua, rambut buah warna merahnya sedikit lebih muda dan cerah, dengan ujung agak berwarna hijau, rasa manis daging buahnya tersaput sedikit rasa asam, dagingnya tebal dan mudah dilepaskan dari bijinya, serta hanya sedikit mengandung air (jika kulitnya dibuka tidak ada air yang tumpah).

DI Kabupaten Blitar rambutan merupakan tanaman rakyat di halaman rumah atau pekarangan. Memang ada beberapa penduduk yang menanam sampai 50 atau 100 pohon, tetapi tidak diusahakan seperti perkebunan. Bibit ditanam, dirawat sekadarnya, dan selanjutnya diserahkan sepenuhnya pada mekanisme alam. Sekitar 20 kilometer arah timur Kota Blitar antara Talun dan Wlingi merupakan sentra tanaman rambutan terbesar di daerah di Blitar. Ini dimulai sekitar tahun 1950-an ketika Balai Pembibitan Buah di Kaweron, antara Talun dan Wlingi, memperkenalkan rambutan jenis aceh. Rambutan yang saat itu dinilai sebagai "barang baru" tersebut cepat menyebar karena rasanya sangat manis dan daging buahnya ngelothok (mudah lepas dari bijinya). Menurut Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, pengembangan rambutan selama ini memang lebih banyak dilakukan oleh masyarakat sendiri. Termasuk penangkaran bibitnya, baik cara generatif (biji) maupun vegetatif (okulasi, sambungan, cangkokan).

Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, akhir tahun 2001 tanaman rambutan daerah itu terbanyak ada di Kecamatan Talun (51.784 pohon), disusul Kecamatan Selopuro (30.200), dan Kecamatan Kanigoro (27.658). Lima kecamatan lain (Sanankulon, Srengat, Nglegok, Garum, dan Gandusari) masing-masing memiliki tanaman kurang dari 20.000 pohon. Jumlah tanaman di seluruh kabupaten itu tercatat 283.437 pohon, dengan tingkat produktivitas 115 kilogram per pohon.

Perubahan rasa buah memang bisa terjadi karena kandungan hara dalam tanah yang sudah sangat minim. Dengan demikian, tanah yang sama sekali tidak pernah dipupuk berbagai kandungan haranya pasti berkurang dan berubah komposisinya. Hal ini bisa berakibat berubahnya rasa buah yang dihasilkan. Akan tetapi daerah Blitar yang setiap saat mendapatkan pasokan pupuk alami dari abu vulkanik yang berasal dari Gunung Kelud menjadikan Rambutan Binjai yang di tanam di daerah ini pohonnya tetap subur dan rasa buahnya lebih khas dan alami.

Beda mencolok antara binjai dan aceh yaitu rambut buah jenis aceh sedikit lebih panjang dan sampai ke ujungnya merah semua, kandungan airnya lebih banyak, sama sekali tidak ada rasa asamnya.

Bila musim Rambutan tiba, biasanya pohon rambutan mulai berbunga pada bulan Oktober dan panen raya sekitar bulan Januari - Maret. Bagi anda yang sedang melakukan perjalanan dari arah Malang menuju ke Blitar atau sebaliknya dengan rute  jalan raya provinsi yang melewati kota kecamatan Talun dan Wlingi atau rute alternatif yang melalui kec.Tlogo – kec.Kanigoro – kec. Selopuro hinga wlingi maka di kanan kiri sepanjang jalur jalan tersebut akan terlihat pohon rambutan yang berbuah lebat dengan warna merah segar yang menggoda.

Jangan sungkan-sungkan berhenti untuk mampir dan membelinya langsung kepada pemiliknya karena mereka pasti akan menyambut dengan ramah. Bisa memetik sendiri atau mintalah bantuan pemilik untuk memetiknya adalah merupakan kepuasan tersendiri. Bila sang pemilik tidak mempunyai timbangan maka negosiasikanlah harganya, sebagai patokan harga adalah harga yang sering anda jumpai di pasar buah atau lapak-lapak pedagang di pingir jalan. Dijamin anda akan mendapatkan buah Rambutan Segar yang harganya pasti terjangkau (murah) disamping suasana panen yang menyenangkan. Atau kalau tidak mau repot-repot bisa beli rambutan di lapak-lapak pedagang di kanan kiri jalan  sepanjang jalan sekitar kesamben.

 
< Prev   Next >

Login

Pesan Singkat

Latest Message: 6 months, 1 week ago
Please Login to shout..
© 2008 blitarian