SOEGENG RAWOEH WONTEN ING BLITAR KUTHO TJILIK KANG KAWENTAR

Properti Blitarian

Barang dan Jasa
blitar.org.jpg

Tamune

Ada 28 tamu online

Anggotane

Belum ada yang Online

Total


Depan arrow Potensi arrow Pertanian arrow Gula Kelapa Blitar
Gula Kelapa Blitar PDF Print E-mail
Ditulis oleh Blitarian   
Wednesday, 13 August 2008
ImageTidak hanya candi Penataran dan waduk Pacuh saja yang menjadi ikon pariwisata di wilayah Nglegok, Blitar. Industri kecil gula kelapa didusun Sumberwungu, kecamatan Nglegok ini sangat pantas anda kunjungi, bisa untuk oleh-oleh maupun bagian dari wisata industri bagi anda.

Jika hidung anda masih normal, begitu masuk dusun ini langsung menghirup manis legitnya air 'deresan' kelapa. Saya rasa, baunya mirip banget saat kita bikin jenang atau jajan madumongso. Karena rata-rata semua penduduk disini hanya mengandalkan potensi dari pohon kelapa, yang nantinya hanya diambil air sarinya untuk gula kelapa (bathok).

Dengan uang enam ribu rupiah saja kita bisa membawa satu kilogram gula kelapa yang berkualitas super yang masih gres atau kinyis-kinyis. Ukuran satu batok gula kelapa berat rata-rata setengah kilogram. Tiap rumah disini biasanya bisa menghasilkan gula kelapa sampai limabelas kilogram per hari, yang artinya harus naik turun pohon kelapa (nderes: bahasa jawa) sebanyak empat puluh kali. Hmmmff.. dasyat gak bos?

Seperti yang diceritakan Ponirin, dia naik turun pohon kelapa sampai empat puluh kali. Ponirin biasa manjat pohon mulai dari pukul enam pagi sampai dua siang. Dan istrinya menunggu dibawah sambil mengaduk-aduk wajan raksasa berisi sari kelapa yang sedang dipanasi.

Lain cerita dari Ismuni, juga tukang panjat kelapa. Dia bisa sampai 70 kali naik turun pohon kelapa. Tapi hari ini dia baru saja sembuh dari sakitnya, tekanan darah rendah. Menurut pengalaman dari Ismuni, biasanya tukang panjat kelapa pasti sakit tekanan darah rendah. Mungkin karena faktor ketinggian.

Diruangan kecil ukuran 4 x 5 meter ini kami melihat sampai detil bagaimana proses pembuatan gula kelapa ini sampai selesai. Luweng untuk memanasi sari kelapa lumayan besar, bisa diisi dengan dua wajan raksasa. Juga tempat penyimpanan 'damen' (sekam padi) untuk bahan bakar pemanas karena dianggap efektif dan murah. Kesan legit, kemringet (keringetan: bhs Jawa) tapi puas. Jadi, sangat rugi jika kita berwisata ke Blitar melewatkan berwisata di dusun ini. Sumpah!

 

Image


Proses pembuatan gula Bathok (Kelapa) :
1. Mempersiapkan air kapur / gamping (enjet: bhs Blitar)
2. Air kapur di siramkan ke wadah untuk campuran air sari kelapa
3. Wadah dicangklong dipinggang, menuju pohon paling atas untuk mengambil sari kelapa
4. Turun, sari kelapa dimasukkan ke jurigen besar
5. Tuang sari kelapa ke wajan raksasa dan langsung dipanasi
6. Diaduk tiap 15 menit selama 5 jam pemanasan
7. Dicheck dulu, calon gula sudah tua apa masih muda (matang)
8. Setelah matang, wajan diangkat ke lain tempat yang agak luas, dan diaduk kembali untuk proses pendinginan
9. Tuang ke cetakan bathok kelapa
10. Jadi...

Naskah: Weduz
Foto  : Weduz & Fahmi Kowok.
 
Next >

Login

Pesan Singkat

Latest Message: 6 months, 1 week ago
Please Login to shout..
© 2008 blitarian